Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hina Umat Hindu, Menteri Pakistan Dipaksa Mengundurkan Diri

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 06 Maret 2019 |17:32 WIB
Hina Umat Hindu, Menteri Pakistan Dipaksa Mengundurkan Diri
Fayyaz ul Hassan. Foto/Reuters
A
A
A

ISLAMABAD - Seorang menteri regional Pakistan dipaksa mengundurkan diri setelah video yang menunjukkan dirinya mengucapkan kata-kata menghina terhadap umat Hindu beredar di jejaring media dan menyebabkan banyak kecaman dari sesama politisi.

Video hinaan dari Menteri Informasi Punjab, Fayyaz ul Hassan Chohan itu menjadi viral pada Senin, dan dengan cepat menyebabkan pemecatannya.

Dalam video tersebut, Chohan terdengar Menyebut umat Hindu sebagai "orang-orang peminum air kencing sapi" dan "penyembah berhala".saat dia berbicara di sebuah acara di Lahore pada Februari.

Pernyataan yang bernada penghinaan itu memicu kemarahan komunitas Hindu Pakistan dan mendapat kecaman dari rekannya sesama politisi yang menyebut perilaku Chohan "mengerikan" dan "memalukan".

Baca: Dalam 4 Tahun Terakhir, Pakistan Hukum Gantung 56 Teroris

Baca: Pakistan Tangkap Ulama dan Ratusan Pengikutnya Terkait Kasus Penodaan Agama

Pernyataan merendahkan dan menghina komunitas Hindu oleh Fayyaz Chohan, Menteri Infor Punjab, menuntut tindakan tegas. Pemerintah PTI tidak akan mentolerir omong kosong ini dari anggota senior pemerintah atau dari siapa pun. Tindakan akan diambil setelah berkonsultasi dengan Ketua Menteri,” demikian ditulis asisten khusus perdana menteri Pakistan untuk urusan politik di Twitter sebagaimana dilansir RT, Rabu (6/3/2019). PTI adalah partai berkuasa di Paksitan.

Chohan meminta maaf atas pernyataan tersebut, mengatakan bahwa kata-kata itu ditujukan "hanya" pada Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Tentara India, bukan komunitas Hindu Pakistan. Tetapi, permintaan maaf itu ternyata tidak membantu, dan dia akhirnya mengundurkan diri pada Selasa.

(Rachmat Fahzry)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement