Warga terus berjaga hingga larut malam. Selain itu, jalan alternatif antara Kecamatan Cawas dan Trucuk yang melalui tanggul Dukuh Tukuman terpaksa ditutup warga. Hal ini untuk mencehgah agar tidak ada orang yang melintas, karena arus sangat deras dan berbahaya. Kendati air mulai surut, namun hingga Kamis pagi genangan masih cukup tinggi.
Plt Kepala BPBD Klaten Dodhy Hermanu menjelaskan, banjir dan tanah longsor di beberapa titik wilayah Klaten disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur sejak Rabu siang hingga malam.
Akibatnya sejumlah sungai meluap, dan beberapa tanggul jebol. Antara lain luapan Sungai Dengkeng di empat kecamatan, yakni kecamatan Bayat, Wedi, Trucuk dan Kecamatan Cawas.

Banjir di Kecamatan Bayat meliputi Desa Paseban, Beluk, Kebon, Krikilan, Tawangrejo, Wiro, dan Dea Talang. Selain itu, Desa Japanan, Bawak, dan Karangasem di wilayah Kecamatan Cawas. Desa Gaden, dan Kalikebo wilayah Kecamatan Trucuk, serta Desa Pacing dan Melikan di Kecamaatn Wedi.