nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yogyakarta Dilanda Banjir & Longsor, Terparah di Kabupaten Gunungkidul

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 03:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 09 510 2027666 yogyakarta-dilanda-banjir-longsor-terparah-di-kabupaten-gunungkidul-0NT6vOrimb.jpg Foto Ilustrasi Okezone

GUNUNGKIDUL - Hujan lebat mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (6/3/2019) malam, mengakibatkan banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa titik. Bencana terparah terjadi di Kecamatan Gedangsari dan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul.

“Paling parah di Gunungkidul, Kecamatan Gedangsari dan Nglipar,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana, Jumat (7/3/2019) malam.

Di Kecamatan Gedangsari, tanah longsor merusak 3 ruas jalan penghubung antar-dusun dan 2 unit rumah warga. Kawasan tersebut juga sempat mengalami banjir akibat luapan air sungai. 2 Sekolah, kantor kecamatan, dan 2 rumah warga tergenang air.

“TK (Taman Kanak-kanak) dan SMK Gedangsari sempat tergenang air. Tapi kondisinya saat ini sudah surut,” ungkap Biwara.

 sd

Sedangkan di Kecamatan Nglipar, luapan Sungai Oya menyebabkan banjir di Dusun Negung, Desa Katongan. Sebanyak 9 kepala keluarga (KK) harus diungsikan ke Balai Dusun Kedung, Desa Katongan.

Tanah longsor di Kecamatan Nglipar menyebabkan 9 KK atau 17 jiwa mengungsi karena rumahnya rusak. Warga diungsikan ke rumah milik salah seorang warga di Desa Natah, Kecamatan Nglipar.

Selain di Kabupaten Gunungkidul, tanah longsor juga terjadi di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Bencana menyebabkan 1 rumah warga rusak. Untuk di Kota Jogjakarta, longsor terjadi di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo.

Sementara itu,, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. “Banjir sudah surut, tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

 sd

Warga yang mengungsi ke tempat tetangganya juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Kendati demikian, warga diimbau tetap waspada. Sebab potensi hujan lebat masih ada.

“Untuk pemulihannya sampai kapan, kami saat ini masih melakukan pengecekan data terbaru,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini