nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebakaran Hutan di Meranti Riau, BPBD Keluhkan Perusahaan Tak Bantu Pemadaman

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Minggu 10 Maret 2019 16:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 10 340 2028100 kebakaran-hutan-di-meranti-riau-bpbd-keluhkan-perusahaan-tak-bantu-pemadaman-i6qmB0dcM8.jpg (Foto: Banda Haruddin/Okezone)

PEKANBARU - Tim gabungan saat ini terus berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Namun, pemerintah setempat mengeluhkan ketidakpedulian perusahaan yang berada di areal terhadap kebakaran yang sudah berlangsung selama 20 hari itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, Edy Aprizal menyatakan, penanggulangan kebakaran selayaknya harus dilakukan bersama, termasuk perusahaan. Dia menyebutkan, jika tidak bisa membantu personel, perusahaan bisa membantu peralatan pemadaman.

"Kebakakaran di Meranti terjadinya di banyak tempat. Seperti di Desa Sokop dan Desa Tebun. Namun saat terjadi kebakaran di sana, perusahaan PT Sumatera Riang Lestari (SRL) tidak membantu penanggulangan. Kita sangat sayangkan itu," keluh Edy Aprizal, Minggu (10/3/2019).

Foto: Banda H Tanjung/Okezone

Edy sangat prihatin dengan sikap perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut. Mengingat konsesi areal hutan akasia untuk pasokan bahan baku perusahaan industri kertas di Riau itu sangat luas di Meranti.

"PT SRL mengklaim beberapa waktu lalu mengerahkan 140 orang membantu pemadaman kebakaran lahan di Sokop dan Tebo selama delapan hari, yang mana orangnya (pihak perusahaan). Saya setiap hari ke lapangan tidak ada menemukan mereka membantu. Jangan main klaim saja. Bantulah pemerintah dan warga yang dilanda bencana," ujarnya geram.

(Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis Terus Meluas)

Dia mengeluhkan, kebakaran hutan lahan di Meranti karena ketidakpekaan pihak perusahaan. Hasil pengamatan, pihak perusahaan hanya menjaga areal konsesinya.

"Kalau personel PT SRL hanya menjaga areal perusahaan untuk apa. Mereka cari makan di sini tapi tidak mau membantu. Kita personel ada, tapi kekurangan peralatan pemadaman. Jadi bantulah. Kita BPBD, TNI, Polri tidak punya areal, tapi kita memadamkan kebakaran. Kalaulah perusahan mau bantu pasti kebakaran tidak meluas. Contohkan kebakaran terjadi di Desa Bungur, terus meluas ke Desa Sokop dan meluas lagi ke Desa Tebun yang merupakan wilayah yang berdekatan dengan konsesi PT SRL. Karena kebakaran meluas, pengamatan kita areal HTI mereka ikut terbakar. Seharusnya, kebakaran bisa diantisipasi kalau perusahaan mau memblokade api saat kebakaran berada di Desa Tebun. Ini perusahaan hanya berjaga di arealnya saja, untuk apa?" kata dia.

Edy menyatakan kebakaran di Kepualuan Meranti juga terjadi di Desa Sungai Gayung Kiri dan derah lainnya. "Perusahaan kan punya alat-alat pemadaman kebakaran yang lengkap, alat berat juga ada. Ayo bantu warga dan pemerintah. Harus banyak bekerja, bukan bicara sana-sini perusahaan ikut padamkan, tapi nyatanya kami selama 20 hari berjibaku padaman, tidak menemukan personel perusahaan membantu," kata dia.

Sementara Humas PT SRL, Abdul Hadi membantah pihaknya tidak ikut membantu pemadaman kebakaran di Meranti."Tidak benar kita tidak bantu. Contohnya saat terjadi kebakaran di Sungai Gaung Kiri kita mengerahkan 25 personel. Kebakaran di Sungai Gayung mencapai 30 hektare. Lokasi kebakaran jauh dari konsesi perusahaan, tapi kita ikut bantu," ujarnya membantah.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini