“Kalau dilihat mereka seperti sudah kehilangan akal untuk menyerang program kerakyatan yang digagas oleh Jokowi-Ma’ruf, sehingga semuanya dikritik. Padahal rakyat senang dengan ide atau gagasan dari program yang ditawarkan pemerintah saat ini,” ujarnya.

Satu hal yang terus digaungkan saat ini dari pasangan nomor urut 02 adalah kehadiran Kartu Prakerja akan menimbulkan generasi milenial yang malas mencari kerja. Padahal menurut Irma, itu bukanlah esensi dari Kartu Prakerja. Kartu Prakerja didesain untuk meningkatkan kemampuaan para milenial.
“Ada lagi yang mengaitkan Kartu Prakerja dengan tenaga honorer. Dapat disampaikan bahwa untuk tenaga honorer pemerintah sudah memiliki skemanya tersendiri dan tidak sama dengan Kartu Prakerja. Jadi jangan dipertentangkan tentang honorer dan pencari kerja,” ujarnya.
Irma yang merupakan politisi dari Partai Nasdem percaya bahwa masyarakat telah cerdas untuk melihat mana yang benar. Dirinya yakin bahwa masyarakat percaya dengan program yang ditawarkan oleh Jokowi sehingga tidak mau dibohongi oleh kubu oposisi yang terus melontarkan kritik tanpa dasar.
(Qur'anul Hidayat)