Jokowi Terus Diserang Hoaks, TKN: Kita Minta Relawan dan Kader Lakukan Klarifikasi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 13:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 11 605 2028388 jokowi-terus-diserang-hoaks-tkn-kita-minta-relawan-dan-kader-lakukan-klarifikasi-rmbZQ3S9VY.jpg Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan saat ini elektabilitasnya bersama cawapres KH Ma'ruf Amin di beberapa daerah mengalami penurunan lantaran terus diserang kampanye hitam dan hoaks. Tim Kampanye Nasional (TKN) pun mempunyai cara untuk kembali menaikkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin.

Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya sudah meminta kader partai hingga relawan melakukan klarifikasi kepada masyarakat terkait hoaks dan fitnah yang menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Terus kita minta kepada seluruh relawan dan kader partai untuk melakukan klarifikasi bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

(Baca juga: TKN: Kampanye Hitam Tak Mempan Turunkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin)

Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)

Ia menuturkan, hoaks dan fitnah yang ditujukan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin sangat memengaruhi elektabilitas. Dirinya pun merasakan hal itu kala menyambangi daerah pemilihannya yang berada di Jawa Barat.

"Saya sebagai orang di dapil Jawa Barat II juga merasakan bagaimana fitnah dan kampanye hitam begitu sangat kuat memengaruhi masyarakat setiap kali saya turun, terutama ke ibu-ibu, itu selalu dimintai klarifikasi soal betul atau tidak bahwa pemerintahan Jokowi akan menghilangkan jilbab," tutur Ace.

(Baca juga: Soal Foto Kemasan Kondom, TKN: Ini Cara-Cara Biadab dan Tak Beretika)

Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)

Politikus Partai Golkar ini menduga ada oknum-oknum tertentu yang sengaja menggerakkan kampanye hitam melalui isu tersebut. Sehingga, sambung dia, wajar saja jika Jokowi mengajak pendukungnya untuk tidak takut dalam melawan fitnah dan hoaks yang beseliweran tanpa diketahui kebenarannya.

"Kalau sudah sentimen agama yang dipakai untuk menjustifikasi kepentingan politik, nyatanya memang di lapangan seperti begitu kan sekarang. Jadi, masih sangat kuat sebagai wadah untuk kepentingan politik ya dan itu saya rasa nyata demikian adanya," ucap Ace.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini