JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Arsul Sani membenarkan jika elektabilitas pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin menunjukkan tren menurun di beberapa daerah. Pemicunya menurut Arsul lantaran Jokowi-Ma'ruf kerap diserang kampanye hitam dan berita bohonh (hoaks). Namun diakuinya, penurunan itu tidak bersifat signifikan.
“Ya ada (penurunan elektabilitas-red), terutama di beberapa daerah Jawa, di Sumatera, kemudian di wilayah tertentu di Jawa Barat juga ya. Itu memang ada,” ucap Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).
Arsul menyatakan, penuruan elektabilitas itu tidak terlalu anjlok signifikan. Di mana penurunan tersebut hanya berkisar tidak sampai tiga persen. “Ada penurunan, tetapi juga tidak kemudian anjlok. Adalah beberapa poin aja,” kata dia.
Meski elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terdapat penurunan, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku TKN tidak khawatir. Justru nantinya hal itu akan dijadikan sebagai motivasi guna memenangkan Jokowi-Ma'ruf.
"Enggak ada rasa khawatir, soal bahwa ada di daerah tertentu elektabilitas kami sikapi positif. Positif itu dalam arti kita harus kerja keras lagi secara infantri. Door to door, lebih diintensifkan gitu lho," ujarnya.