nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahmad Dhani Sebut Saksi Ahli Bahasa Kurang Kompeten, Ini Reaksi Jaksa

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 19:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 12 519 2029066 ahmad-dhani-sebut-saksi-ahli-bahasa-kurang-kompeten-ini-reaksi-jaksa-jskzP7Oacr.jpg JPU Hadirkan Saksi Ahli Bahasa dalam Sidang Lanjutan Kasus Pencemaraan Nama Baik dengan Terdakwa Ahmad Dhani di PN Surabaya, Jawa Timur (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Jaksa penuntut umum (JPU) tidak mempermasalahkan penasehat hukum Ahmad Dhani menyebut saksi ahli bahasa yang dihadirkan dalam persidangan kasus pencemaran nama baik di PN Surabaya, Selasa (12/3/2019) kurang kompeten.

Sebab itu merupakan hak dari penasehat hukum. Namun saksi yang dihadirkan pada sidang kali ini merupakan ahli bahasa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

(Baca Juga: Kuasa Hukum Ahmad Dhani Nilai Saksi Ahli Kurang Kompeten) 

"Monggo (silahkan) saja kalau mereka bilang tidak kompeten, hari ini kita hadirkan ahli bahasa," terang JPU dari Kejati Jatim, Rahmat Hari Basuki, pada wartawan saat dikonfirmasi usai sidang.

 

Menurut Hari, dalam kasus dugaan pencemaran nama baik ini tidak ada asap tanpa api. Dimana ada orang melaporkan, ada orang merasa keberatan dengan kata-kata itu, berarti merasa terhina.

"Diakhir penyampaian ahli bahasa menyampaikan itu sudah tercapai maksudnya, karena ada orang melaporkan karena merasa terhina dengan perkataan itu," ucap Hari.

Sebelumnya, penasehat hukum terdakwa Ahmad Dhani menilai saksi ahli bahasa, Andik Yulianto, yang dihadirkan JPU dalam sidang dinilai kurang kompeten. Sebab saksi ahli yang dihadirkan yakni ahli bahasa wacana.

(Baca Juga: Saksi Ahli Sebut Kata 'Ini Idiot' Ahmad Dhani Ditujukan ke Massa Pendemo) 

Seharusnya saksi ahli bahasa yang dihadirkan adalah ahli bahasa forensik linguistik seperti DR Andika Bahari. Sehingga saksi ahli bahasa yang dihadirkantidak bisa banyak menjelaskan keterkaitan pembahasaan dengan kontruksi hukum peristiwa dalam tindak pidana.

"Seharusnya ahli bahasa yang dihadirkan khusus di pengadilan pidana yaitu ahli bahasa forensik linguistik. Artinya sebetulnya ahli ini tidak kompeten, menurut kami tidak kompeten," terang Penasehat Hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini