nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nico Siahaan Bersaksi di Sidang Suap Bupati Cirebon

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 14:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 13 525 2029374 nico-siahaan-bersaksi-di-sidang-suap-bupati-cirebon-umf31PRiSM.jpg Sidang suap Bupati nonaktif Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra (Foto: CDB Yudistira)

BANDUNG - Anggota DPR Junico Bisuk Partahi Siahaan atau lebih dikenal dengan Nico Siahaan dihadirkan sebagai saksi kasus jual-beli jabatan di Kabupaten Cirebon dengan terdakwa Bupati nonaktif Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (13/3/2019).

Kehadiran Nico untuk memberikan kesaksian soal adanya aliran uang sebesar Rp250 juta. Dana sumbangan tersebut diperuntukan untuk acara Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018. Uang diberikan saat rapat acara Sumpah Pemuda, di mana Nico sebagai ketua panitia.

"Waktu saat rapat panitia Sumpah Pemuda saya hadir, tapi pergi lagi. Saya sebagai ketua panitia," kata Nico dalam persidangan.

(Baca Juga: Bupati Cirebon Non Aktif Didakwa Jual Beli Jabatan)

Namun, pada kesaksiannya, ia mengaku tidak mengetahui jumlah uang yang ada pada panitia acara Sumpah Pemuda tersebut. "Saya juga tidak tahu jumlah uang yang ada di panitia," katanya.

Sunjaya

Nico menuturkan, soal sumbangan, seluruh uang yang masuk tidak diterima olehnya melainkan oleh bendahara panitia. "Saya enggak paham yang nyumbang berapa, itu lebih ke bendahara. Bendaharanya Pak Darmadi," ucapnya.

Usai mengetahui Sunjaya ditangkap atas kasus dugaan suap, Nico menyatakan, uang pemberian tersebut tak jadi dipakai. Kemudian, saat pemeriksaan di KPK pada akhir November 2018, seluruh uang dari Sunjaya diberikan kepada KPK.

“Kami menerima kemudian disimpan, malamnya kami dapat informasi beliau ditangkap, kami menutuskan untuk tidak menggunakan uang tersebut,” katanya.

Kesaksian Nico untuk mengungkap soal dugaan uang yang terima untuk acara sumpah pemuda merupakan hasil dari jual beli jabatan di lingkungan Kabupaten Cirebon. Hal itu tertuang dalam dakwaan Jaksa, yang disebutkan uang suap yang diterima Sunjaya diduga mengalir ke PDIP untuk acara Hari Sumpah Pemuda.

(Baca Juga: Bupati Cirebon Non-aktif Sunjaya Disebut Miliki Rekening Atas Nama Orang Sakit Jiwa)

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK pada terdakwa Sunjaya. Dalam OTT tersebut, Sunjaya menerima Rp100 juta dari Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto, terkait imbalan atas mutasi dan pelantikan Gatot sebagai pejabat di pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Tak hanya Gatot, KPK menemukan adanya dugaan penerimaan lainnya kepada Sunjaya senilai Rp125 juta dari pejabat di lingkup pemerintah Cirebon. Gatot sendiri sudah menjalani vonis hukuman, dengan berkas terpisah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini