nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LPSK Siap Kawal Pengobatan Korban Bom Sibolga

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 15:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 13 608 2029426 lpsk-siap-kawal-pengobatan-korban-bom-sibolga-yu4ntQGeH6.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan bantuan medis untuk semua korban setelah terjadi ledakan di Sibolga, sesuai perintah UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, untuk pemberian bantuan medis korban bom Sibolga, LPSK sudah bersurat ke kepala Polda Sumatera Utara yang ditembuskan juga ke Kepala Polri dan Komandan Detasemen Khusus (Densus) 88.

Tujuan korespondensi tersebut antara lain untuk mendapatkan informasi resmi dan jelas mengenai berapa banyak korban yang terluka dan dari pihak mana saja dari sumber informasi yang jelas. "Demi kepentingan pengobatan medis bagi korban, LPSK juga bersurat ke rumah sakit di mana para korban dirujuk," katanya dikutip Antaranews, Rabu (13/3/2019).

(Baca Juga: Ledakan Bom di Sibolga, Jokowi: Tindak Tegas Tanpa Henti

Ledakan

Menurut dia, komunikasi yang dijalin dengan pihak rumah sakit bertujuan agar korban mendapatkan pengobatan yang diperlukan tanpa kekhawatiran soal biaya oleh masyarakat. LPSK pun akan segera terjun ke lokasi untuk memetakan jumlah dan posisi korban sehingga korban bisa mendapatkan bantuan medis yang diperlukan.

Surat yang dikirimkan ke rumah sakit, ujar Pasaribu, dalam bentuk jaminan biaya pengobatan untuk para korban tindak pidana terorisme di Sibolga akan ditanggung oleh LPSK.

Ia mengatakan, pemberian bantuan, khususnya medis untuk korban terorisme merupakan kewenangan LPSK sesuai amanat UU Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

(Baca Juga: Jokowi Tegaskan Ledakan di Sibolga Tak Terkait Pilpres 2019

Ilustrasi Densus

Hal itu kemudian diperkuat lagi oleh Pasal 35b Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 2018, bahwa pemberian bantuan medis oleh lembaga yang berfungsi menyelenggarakan perlindungan bagi saksi dan korban, diberikan sesaat setelah terjadinya tindak pidana terorisme.

Penangkapan terduga terorisme Husain alias Abu Hamzah serta anak istrinya di Sibolga yang berlangsung dari Selasa 12 Maret siang hingga Rabu 13 Maret dini hari menyebabkan masyarakat maupun polisi terluka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini