nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senat AS Ambil Suara Akhiri Dukungan AS untuk Arab Saudi dalam Perang Yaman

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 18 2029966 senat-as-ambil-suara-akhiri-dukungan-as-untuk-arab-saudi-dalam-perang-yaman-obp6d00TYD.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Senat Amerika Serikat (AS) pada Rabu menyatakan penolakan terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump dan aliansinya dengan Arab Saudi, dengan mengambil suara untuk mengakhiri dukungan Washington terhadap perang yang dipimpin Riyadh di Yaman.

Anggota parlemen di majelis yang didominasi Partai Republik menyetujui pembatasan bagi kekuatan perang kepresidenan yang mengarahkan Trump "untuk mengeluarkan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dari konflik di atau yang mempengaruhi Republik Yaman" dalam waktu 30 hari.

BACA JUGA: Senat AS Putuskan Hentikan Dukungan ke Arab Saudi dalam Perang di Yaman dan Kecam MBS

Pemungutan suara Senat menghasilkan perbandingan 54 suara mendukung berbanding 46 menolak, dengan tujuh anggota parlemen Partai Republik menentang Presiden dan bersekutu dengan Demokrat.

Naskah undang-undang itu saat ini dikirimkan ke parlemen AS yang sebelumnya telah menyetujui tindakan serupa pada awal tahun ini. Parlemen yang didominasi Partai Demokrat kemungkinan besar akan menyetujui hasil pemungutan suara Senat itu.

Gedung Putih telah mengancam akan melakukan veto, tetapi keputusan itu bagaimanapun telah membuat sejarah.

Jika parlemen menyetujui tindakan tersebut, ini akan menjadi tindakan pertama yang disahkan oleh Kongres untuk mengaktifkan Resolusi Kekuatan Perang 1973 untuk secara langsung membatasi penggunaan kekuatan militer oleh Presiden.

"Hari ini, kami memulai proses reklamasi kekuatan konstitusional kami dengan mengakhiri keterlibatan AS dalam perang yang belum disahkan oleh Kongres dan jelas tidak konstitusional," kata Senator Bernie Sanders sebagaimana dilansir AFP, Kamis (14/3/2019).

Pernyataan Sanders didukung oleh Senator Republik, Mike Lee sependapat, mengatakan Arab Saudi "bukan sekutu yang pantas mendapat dukungan atau intervensi militer AS".

BACA JUGA: Perang di Yaman: 'Bencana Kemanusiaan Terburuk Selama Satu Abad'

Perang di Yaman adalah krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan 14 juta orang diperkirakan berisiko kelaparan.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sekitar 10.000 orang telah tewas dalam perang antara pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman, yang didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, dan pemberontak Houthi yang berpihak Iran. Sementara itu kelompok hak asasi manusia (HAM) Mengatakan bahwa jumlah korban tewas diperkirakan jauh lebih tinggi lagi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini