nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panti Pijiat Plus-Plus di Tangsel: Terapis Ganti Pakaian Sopan saat Dirazia

Hambali, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 00:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 14 338 2030174 panti-pijiat-plus-plus-di-tangsel-terapis-ganti-pakaian-sopan-saat-dirazia-abRnRY6Z79.jpg Foto: Hambali/Okezone

TANGSEL - Tumbuh suburnya praktik panti pijat liar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sulit untuk dibendung. Kebanyakan usaha berkedok pijat tradisional itu selalu menawarkan jasa esek-esek kepada pelanggan yang datang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemilik panti pijat maupun para terapis akan mendapat penghasilan berlipat jika pelanggan meminta dipuaskan nafsu birahinya. Sontak, hal demikian menjadi alasan mengapa terapis kerap menggoda tiap tamu yang datang.

Meski tarifnya berbeda-beda, namun paling sedikit tiap terapis akan mengantongi pendapatan sekira Rp300-400 ribu dari pelayanan plus-plus kepada seorang pelanggan. Dari jumlah itu, ada setoran kepada sang "mami" (pemilik) sekira 30 persennya.

"Satu tamu kita dapat Rp300 ribuan, tapi tergantung sih, kadang kita lihat-lihat tamunya juga. Kalau baru, ya bisa dapat 400 ribu sampai 500 ribu (rupiah), tapi kalau sudah langganan ya dia pasti paham harganya," terang Ra (26), salah satu terapis panti pijat di kawasan Pondok Aren, Kamis (14/3/2019).

(Foto: Hambali/Okezone)

Dikatakan Ra, jasa pelayanan pijat plus-plus yang diberikan berbeda dengan uang jasa pijat biasa yang hanya sebesar Rp150 hingga Rp200 ribu. Sehingga kebanyakan tamu yang datang langsung tawar-menawar harga jasa plus-plus. Jika cocok, eksekusi pun berlanjut ke dalam kamar praktik.

"Satu hari bisa lima sampai enam tamu yang dilayani, kadang waktu-waktu tertentu bisa lebih, misalnya hari libur. Karena kan ada yang sudah langganan, jadi dia booking kita dulu sebelum ke sini," ucapnya.

(Baca juga: Terapis Seksi Patok Rp500 Ribu Full Service)

Janda beranak 2 itu pun mengungkapkan, sebagian penghasilannya ditabung, sedangkan sisanya dikirim ke keluarga di daerah Cirebon. Dalam 1 bulan, rata-rata dia bisa mengumpulkan uang hingga belasan juta rupiah.

"Bisa belasan juta sebulan, tapi enggak semua terapis bisa dapat penghasilan segitu, tergantung pelayanan kita. Kalau tamunya senang dan puas sama kita, pasti nanti datang lagi carinya kita," katanya.

Lebih lanjut dia pun mengaku, terkadang harus kucing-kucingan dengan petugas setempat. Manakala "tercium" akan ada razia atau pemeriksaan, biasanya pemilik memerintahkan semua terapis berganti mengenakan pakaian sopan dan membuka lebar kain penutup di kamar.

"Kucing-kucingan aja, biasanya ada yang ngabarin kalau mau ada pemeriksaan. Kalau saya pribadi memang belum punya sertifikat pijat, tapi kan saya paham juga teknik pijat harus bagaimana," kata dia.

Lanjut Ra, sebenarnya tak ada keharusan bagi terapis menawarkan tamu untuk pelayanan esek-esek. Namun karena tergiur penghasilan berlipat itulah, kebanyakan terapis berlomba menggoda para tamu menawarkan jasa plus-plus.

"Kalau kita dapat lebih, kan maminya juga kebagian. Jadi kebagian semua, enggak cuma terapisnya aja. Sudah rahasia umum, laki-laki yang ke tempat begini kebanyakan buat begituan saja, di tempat pijat yang lainnya juga sama, enggak semua memang," imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Judianto menyampaikan, tercatat hanya 31 panti pijat dan refleksi yang berizin di Kota Tangsel. Selebihnya bisa disebut sebagai panti pijat ilegal atau liar.

"Data yang ada sama kita cuma 31 yang berizin, selebihnya ya berarti ilegal. Kalau jumlah yang ilegal itu kami sekarang masih melakukan pendataan, jadi belum bisa menyebutkan hasilnya," jelas dia.

Dikatakan Judianto, Dispar Tangsel akan mengontrol dan melakukan pengawasan secara berkala kepada 31 panti pijat tersebut. Jika kedapatan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pariwisata. Maka pihaknya pun berjanji akan memberikan sanksi keras hingga pencabutan izin ataupun penyegelan.

"Tiap minggu kita turun melakukan pembinaan, itu untuk yang terdata di kami. Kalau yang ilegal atau panti pijat liar itu nanti penindakannya ada di Satpol PP," ujarnya.

(qlh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini