nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBNU Mengutuk Keras Teror Penembakan di Masjid Selandia Baru

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 18 2030386 pbnu-mengutuk-keras-teror-penembakan-di-masjid-selandia-baru-Ac8GBOt747.jpg Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas (foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 40 orang tewas dan 20 terluka setelah empat pria bersenjata menyerbu dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Aksi itu pun mendapat kecaman dari sejumlah pihak.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas mengatakan, apa pun motifnya tindakan penembakan tersebut sangat tidak manusiawi.

(Baca Juga: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Siarkan Aksinya Melalui Livestream) 

"Kita belum tahu pasti siapa pelaku dan apa motifnya. Namun siapa pun dan apa pun motifnya, itu tindakan biadab. Tindakan yang bukan hanya sangat tidak berperikemanusiaan dan nilai agama, namun juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri," ucap Robikin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/3/2019).

Dia mengutuk, aksi penembakan tersebut dan berharap otoritas keamanan setempat dapat segera menangkap pelaku dan menyelamatkan korban penembakan.

"Dunia layak mengutuknya. Saya berharap otoritas setempat segera dapat memulihkan keadaan dan masyarakat merasa aman kembali. Pelakunya juga dapat ditangkap hidup-hidup, sehingga diperoleh keterangan memadai siapa dan apa motifnya serta dapat diseret ke pengadilan untuk dimintai pertanggung jawaban," urai dia.

"Satu dan lain hal agar otoritas Selandia Baru dapat mengambil kebijakan strategis lebih jauh untuk melindungi masyarakat," sambungnya.

Sebelumnya, pria yang menembaki jamaah di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru telah menyiarkan aksi gilanya secara langsung melalui livestream yang berjalan selama 17 menit.

New Zealand Herald melaporkan, livestream itu dimulai saat pelaku, yang diidentifikasi sebagai Brenton Tarrant, seorang pria berusia 28 tahun asal Australia mengemudikan mobilnya ke masjid Al Noor dan memarkir mobilnya. Beberapa senjata dan tumpukan amunisi dilaporkan difilmkan di video, bersama dengan tabung bensin.

Para penonton livestream itu bisa menyaksikan ketika dia mempersenjatai diri, berjalan ke masjid dan mulai menembak tanpa pandang bulu. Tarrant berdiri di ambang pintu masjid, menghalangi orang di dalam melarikan diri.

Setelah menembakkan semua amunisi yang ia miliki bawa bersamanya, Tarrant berjalan ke mobilnya untuk mengambil lebih banyak peluru dari bagasi.

Dia kemudian kembali ke masjid mencari orang-orang yang selamat dan menembak orang-orang yang terbaring tak bergerak di tanah. Ketika Tarrant meninggalkan masjid, dia menembak seorang wanita di jalan.

(Baca Juga: 40 Orang Tewas dan 20 Terluka Dalam Penembakan Masjid di Selandia Baru) 

Video itu kemudian menunjukkan Tarrant duduk kembali ke dalam mobil dan mengemudi pergi. Sebuah kendaraan yang hampir menghalangi jalannya ditembak beberapa kali dengan senapan. Video 17 menit berakhir dengan penembak melaju dengan kecepatan penuh. Streaming itu sama sekali tidak terputus sepanjang aksi penembakan dari awal sampai akhir.

Sebelum melakukan penembakan, pria itu mengunggah manifesto sepanjang 73 halaman panjang yang menjelaskan secara terperinci mengapa ia melakukan tindakan sadisnya.

Penembakan itu terjadi pada Jumat sekitar pukul 01.40 siang waktu setempat. Sejauh ini sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dan puluhan lagi mengalami luka-luka. Polisi melaporkan bahwa mereka telah menahan Tarrant.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini