nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penangkapan Romi Bukti Jokowi Tak Pernah Intervensi Hukum

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 16:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 337 2030506 penangkapan-romi-bukti-jokowi-tak-pernah-intervensi-hukum-EdBc3Gh57n.jpg Jokowi (Foto: Ist)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, pria yang akrab disapa Romi itu merupakan ketua partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Jokowi dengan tegas mendukung penegakan hukum oleh KPK dan diungkapkannya pada 13 Maret lalu. Bila tak ada alasan membenarkan tindakan korupsi, dan tidak alasan pula untuk menunda aksi pemberantasan korupsi.

"Ini telah dibuktikan oleh Presiden Jokowi dengan tidak pernah mengintervensi proses hukum kasus korupsi, demi melindungi siapa pun termasuk ketum parpol pendukungnya," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/3/2019).

(Baca Juga: Selain Romahurmuziy, KPK Juga Tangkap 4 Orang Lainnya di Jawa Timur)

Romahurmuziy

Pihaknya tetap merasa prihatin atas apa yang dialami ketua umum partai berlambang kakbah itu. Namun, proses penegakan hukum harus tetap dihormati.

"Tentu kami sangat prihatin atas apa yang dialami sdr Romahurmuzy. Kita serahkan pada mekanisme hukum dan kita hormati penegak hukum untuk bekerja tanpa intervensi. Kita harus hormati azas praduga tak bersalah," katanya.

Romi diketahui ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia ditangkap bersama 4 orang lainnya yang terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta. Penangkapan mereka diduga terkait proses jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

(Baca Juga: OTT Ketum PPP Romi Diduga terkait Jual-Beli Jabatan di Kemenag)

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini