nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Romahurmuziy Diciduk KPK, Ma'ruf Amin: Pemberantasan Korupsi di Era Jokowi Kian Intens

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 17:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 337 2030523 romahurmuziy-diciduk-kpk-ma-ruf-amin-pemberantasan-korupsi-di-era-jokowi-kian-intens-2xwS1sYO3r.jpg Cawapres Ma'ruf Amin (Foto: Fahreza Rizky)

JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) semakin intens. Sebab itu, bila kubu Prabowo-Sandi menganggap ditangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy oleh KPK bukti kegagalan pemerintah, maka itu tidak nyambung. 

"Saya kira tidak nyambung itu, justru pemberantasan korupsi sekarang makin intens, berarti bukan dulu tidak ada korupsi tapi dulu tidak terdeteksi tidak terendus," kata Ma'ruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Menurut dia, saat ini korupsi terjadi karena sistemnya yang memberi celah untuk berbuat seperti itu. Sementara instrumen pemberantasannya, yakni KPK dinilai sudah canggih dan bekerja serius. Maka, tak ayal banyak pejabat, politisi hingga pihak swasta ditangkap.

"Sekarang korupsi itu karena sistemnya, penangkalannya, pemberantasannya sudah canggih dan serius, makanya selalu bisa ditangkap," ujar Ma'ruf.

(Baca Juga: Penangkapan Romi Bukti Jokowi Tak Pernah Intervensi Hukum)

Romahurmuziy

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono sebelumnya mengatakan, ditangkapnya Romahurmuziy oleh KPK merupakan bukti kegagalan pemerintahan Jokowi.

"Ditangkapnya Romi Ketum PPP oleh KPK yang jadi orang dekat Jokowi hanyalah korban kegagalan Jokowi dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan mental pejabat negara yang tidak korup," ucap Poyuono dalam keterangan tertulisnya.

Seperti diketahui, Romahurmuziy dan empat orang lainnya terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dari beberapa orang yang diciduk, beberapa di antaranya berasal dari pejabat Kementerian Agama (Kemenag).

Kelimanya ditangkap setelah diduga melakukan transaksi suap terkait jual-beli jabatan di Kemenag baik di pusat maupun daerah.

Romi diketahui menjabat sebagai ketua umum partai pendukung Jokowi. Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. (Baca Juga: KPK Sebut Romi Cs Ditangkap di Tempat Berbeda)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini