BPN Kritik Jokowi Naikkan Gaji PNS, TKN: Jadi Maunya Diturunkan?

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 07:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 605 2030220 bpn-kritik-jokowi-naikkan-gaji-pns-tkn-jadi-maunya-diturunkan-sH09Hckbys.jpg

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Muzani mempertanyakan motif berbagai kebijakan Presiden Joko Widodo yang dikeluarkan menjelang Pilpres 2019. Di antaranya kenaikan gaji PNS dan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang dianggap menimbulkan kecurigaan.

Bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, langkah kubu BPN itu menunjukkan ketidakpahaman mereka terhadap pengelolaan keuangan negara dan komitmen pemerintah untuk mensejahterakan ASN.

"Kenaikan ini kan langkah yang telah lama dipersiapkan, sudah diperhitungkan dengan matang. Ini pemenuhan komitmen pemerintah mensejahterakan ASN," kata jubir TKN Muhammad Misbakhun, Kamis (14/3/2019).

Ilustrasi.

Ia meminta BPN Prabowo Sandi tidak terus menerus memolitiasi kebijakan yang memang sudah dipersiapkan pemerintah dengan matang.

(Baca juga: Dirapel dari Januari, Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS Cair April)

"Janganlah dikit-dikit politis, kalau begitu cara berfikirnya, jadi BPN Prabowo-Sandi Maunya gaji ASN diturunkan?" ujarnya.

Dalam pandangan politisi Partai Golkar itu, seharusnya semua pihak, termasuk BPN memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Tapi yang timbul adalah bahwa apapun yang dilakukan pemerintahan Jokowi pasti salah di mata BPN. Bahkan kebijakan prorakyat juga salah. Ada pemutarbalikan fakta bahwa apa yang diambil pemerintah adalah untuk kepentingan politik semata.

"Jadi opsisi kelihatannya hanya menginginkan pemerintah itu salah di mata rakyat agar mereka bisa berkuasa. Kalau konsepnya begini kacau kita bernegara. harusnya sama-sama berjuang mensejahterakan rakyat," tandasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini