Bhima mengatakan, jika kritik yang disampaikan timses capres itu sesuai dengan data, maka hal itu positif. Kritik bisa dijadikan masukan atau bahan untuk memperbaiki kondisi di BUMN yang dirasa masih perlu ditingkatkan. Tapi jika yang disampaikan narasi propaganda bahwa BUMN satu per satu terancam bangkrut, maka hal itu malah menyesatkan.
"Ada penggiringan opini yang tidak tepat (terkait BUMN).Tentunya akan mempengaruhi persepsi publik, utamanya investor dan kreditur. Persepsinya jadi tidak baik," ujar ekonom Indef ini.
Menurut Bhima, harus dibedakan hutang BUMN. Bagi BUMN di bidang keuangan, hutang justru memperlihatkan kepercayaan kreditur. Sebab hutang BUMN keuangan itu langsung kepada kreditur yang umumnya adalah nasabah.
Celakanya, banyak politisi yang menyesatkan fakta ini demi kepentingan politik jangka pendek. Padahal memainkan isu BUMN yang terancam bangkrut malah menjadi bentuk usaha menjatuhkan kepercayaan publik dan investor. Hal ini dinilai sangat berbahaya. "Ada penggiringan opini yang tidak tepat dan itu tidak baik karena mempengaruhi valuasi BUMN," ujar Bhima.