nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teror Penembakan di Selandia Baru: Pelaku Terobsesi Supremasi Kulit Putih Atas Muslim

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 05:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 16 18 2030736 tewaskan-49-orang-ini-motif-pelaku-penembakan-brutal-di-selandia-baru-gBgpES6Sks.jpg Foto: Istimewa

WELLINGTON – Pelaku penembakan brutal di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru bernama Brenton Tarrant (28). Aksi kejinya itu menewaskan 49 orang di masjid. Lalu apa motif pelaku?

Melansir dari The Age, Brenton Tarrant diduga memiliki obsesi melakukan kekerasan terhadap masyarakat muslim yang berada di sana. Dia juga merilis manifesto berisi motifnya menembaki warga yang tengah beribadah.

Manifesto berisi 74 halaman tersebut menggambarkan kebencian terhadap masyarakat muslim.

Dalam manifesto tersebut, ia menyebutkan bahwa dirinya tidak bisa diradikalisasi oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Ia juga mengaku bukan terlahir sebagai warga Australia, melainkan warga Eropa.

Tarrant juga merujuk pada kasus pemerkosaan di Sydney pada 2000. Namun dalam manifesto ia menjabarkan pemerkosaan yang terjadi di Inggris dan Jerman yang olehnya disebut dilakukan oleh 'non-Eropa'.

(Baca juga: Korban Tewas Serangan Teror di Masjid Selandia Baru Bertambah Menjadi 49 Orang)

Secara khusus, ia merujuk eksploitasi seksual sekitar 1400 anak-anak di kota Rotherham di Inggris utara pada akhir 1980-an, 1990-an dan 2000-an, terutama oleh pria Inggris-Pakistan.

umlah korban tewas akibat serangan teroris di dua masjid di Selandia Baru dilaporkan telah bertambah menjadi 49 orang, sementara sedikitnya 20 lainnya mengalami luka-luka. Pembantaian tersebut menjadi insiden penembakan paling mematikan yang pernah terjadi sepanjang sejarah Selandia Baru.

Foto: Ist

Polisi sejauh ini telah menahan tiga tersangka terkait aksi teror tersebut, termasuk seorang warga negara Australia yang dideskripsikan oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison sebagai seorang “teroris ekstremis sayap kanan”. Selain pria yang diidentifikasi sebagai Brenton Tarrant itu, pihak berwenang juga telah menahan tiga orang lainnya, termasuk seorang wanita.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini