"Yang di Selandia Baru itu model lone wolf. Pelakunya tidak memiliki jaringan kelompok. Jika berkelompok hanya terdiri antara 2-3 orang," ujar Robi kepada Okezone, Jumat (15/3/2019).
"Sama halnya dengan kasus bom marathon di Amerika. Dia diradikalisasi oleh internet atau self radicalised, dimana dia adalah korban dari narasi islamphobia," terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penembakan di Masjid Al Noor terjadi pada Jumat (15/3/2019). Hingga saat ini, korban yang tewas dari kejadian tersebut sudah berjumlah 49 orang.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.