Pengamat Politik Nilai OTT Romi oleh KPK Tidak Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 07:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 16 605 2030763 pengamat-politik-nilai-ott-romi-oleh-kpk-tidak-pengaruhi-elektabilitas-jokowi-bWZeh8HdVI.jpg Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) tiba di KPK. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Aditya Perdana meganalisis, dugaan kasus korupsi yang menjerat Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romi) tidak akan mempengaruhi suara Jokowi di Pilpres 2019.

Aditya Perdana menilai, efek OTT terhadap Romi juga tidak mempengaruhi elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 tersebut. Pasalnya, kata dia, PPP hanya sebagai parpol koalisi, yang memberikan kontribusi terbesar tetap Jokowi.

Presiden Jokowi Resmikan Terminal Baru Bandara Depati Amir, Bangka Belitung

“Pilpresnya saya pikir tidak terlalu ini ya, kan faktor Pak Jokowi juga penting. PPP ya bagian dari koalisi, menurut saya diperhitungkan, tapi kalau ditanya kontribusi terbesarkan tetap ada di Pak Jokowi,” ungkap Aditya Perdana kepada Okezone, Jumat (15/3/2019).

(Baca juga: Di Mana Menag Lukman saat Ruang Kerjanya Disegel KPK Terkait OTT Romi?)

Kendati demikian, ketika ditanya mengenai efek yang akan terjadi pada karir politik Romi, Aditya tak mau menebak-nebak. Hal tersebut lantaran sampai saat ini, KPK sendiri belum mengeluarkan pernyataan resminya.

Namun, yang bisa dipastikan dari penangkapan Romi ini, menurut Aditya, adalah efek langsung yang dirasakan PPP.

“Saya tidak berkeinginan untuk men-judge yang terjadi sama mas Romi. Karena kan KPK sendiri belum konferensi pers kan. Kita kan belum tahu apa yang terjadi,” kata Aditya Perdana.

“Lebih baik tidak melihat ke arah sana dulu. Tapi kalau ditanya apakah ini akan berpengaruh, meskipun berkelanjutan atau tidak berkelanjutan terhadap proses yang dialami oleh mas Romi, itu pasti akan berpengaruh ke PPP,” imbuhnya.

Romi ditangkap oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK dalam operasi OTT di daerah Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat pagi (15/3/2019).

Dalam kasus ini, Romi dan kelima orang lainnya ditangkap karena diduga terlibat jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Disinyalir Romi telah terlibat pada kasus ini lebih dari sekali.

(qlh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini