nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo: Ada 1.600 Akun Medsos Ditutup Pascateror Selandia Baru

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 05:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 17 18 2031019 menkominfo-ada-1-600-akun-medsos-ditutup-pascateror-selandia-baru-rRKs9kXH8F.jpeg Menkominfo Rudiantara. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG – Usai terjadi penembakan brutal di masjid Selandia Baru dan menewaskan lebih dari 40 orang, beredar video aksi kejam tersebut di media sosial. Menyikapi fenomena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan sejak terjadi penembakan di Selandia Baru, setidaknya ada ribuan akun media sosial yang ditutup pihaknya.

"Hingga pukul 12.00 Sabtu siang sudah ada 1.600 akun media sosial yang menyebarkan atau memviralkan penembakan ditutup oleh Kominfo," terang Rudiantara dalam acara 'Santun Bermedia untuk Pemilu Damai' di Gedung Museum Musik Indonesia, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu 16 Maret 2019 malam.

(Baca juga: Mobil Mogok, Dosen FKIP Unsyiah Selamat dari Penembakan di New Zealand)

Ia mengingatkan bahwa menyebarkan video penembakan tersebut sama saja dengan menyebarkan ketakutan dan teror secara lebih luas.

(Foto: Reuters)

"Tujuan teroris itu adalah membuat masyarakat takut dan memprovokasi. Maka jangan sampai terprovokasi," ucap Rudiantara.

(Baca juga: Seorang WNI Dipastikan Meninggal Dunia dalam Serangan Teroris di Masjid Christchurch)

Dirinya juga kembali mengingatkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak mudah diadu domba dan terprovokasi usai peristiwa di Selandia Baru.

"Ada petugas di negara ini yang mengurusi itu. Kalau kita panas, tanya ke kiai. Jangan smpai kita mau diadu-adu. Kita negara yang kuat. Kita punya hukum," tuturnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini