Selain itu, Polri juga memantau jaringan sel-sel tidur terorisme di Indonesia. Hal ini untuk mencegah adanya aksi terorisme.
Sebelumnya, pada Hari Jumat, 15 Maret lalu, pria 28 tahun, Brenton Tarrant menembaki jamaah dua Mesjid secara membabi buta. Puluhan orang menjadi korban tewas dan luka-luka.
Dari puluhan korban itu, beberapa diantaranya terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Pemerintah Indonesia pun mengecam keras aksi teror ini.

(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.