Korban Jiwa Akibat Bencana Topan dan Banjir Zimbabwe Mungkin Melebihi 1.000 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 19 Maret 2019 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 19 18 2032066 korban-jiwa-akibat-bencana-topan-dan-banjir-zimbabwe-mungkin-melebihi-1-000-orang-9TqiojpurL.jpg Foto: Reuters.

MAPUTO – Presiden Mozambik mengatakan pada Senin, bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana angin topan dan banjir yang melanda negara itu dapat melebihi 1.000 orang. Perkiraan itu jauh lebih besar dari jumlah korban tewas yang tercatat saat ini.

Sampai Senin, telah ada 84 korban jiwa yang telah dikonfirmasi di Mozambik akibat terjangan topan Idai yang juga memporakporandakan sejumlah wilayah di Zimbabwe dan Malawi. Topan dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 170 kilometer per jam itu telah menyebabkan banjir besar di beberapa kawasan yang luas, menghancurkan jalan-jalan dan memutus jalur komunikasi.

Berbicara di Radio Mocambique, Presiden Filipe Nyusi mengatakan dia telah terbang di atas wilayah yang terkena dampak, di mana dua sungai telah meluap. Dia mengatakan, desa-desa di wilayah tersebut telah menghilang dan mayat-mayat terlihat mengambang di air.

"Semuanya menunjukkan bahwa kami dapat mendaftarkan lebih dari 1.000 kematian," katanya sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (19/3/2019).

Di Beira, salah satu kota terbesar di Mozambik dengan populasi mencapai 500.000 jiwa, sebuah bendungan dilaporkan jebol akibat terjangan topan sehingga menyulitkan upaya penyelamatan. Sebagian besar wilayah daratan terendam sepenuhnya di dalam air, dan di beberapa jalan orang berjalan menembus genangan air setinggi lutut di sekitar tumpukan logam yang hancur dan puing-puing lainnya.

Beira, yang terletak di mulut Sungai Pungwe, juga merupakan rumah bagi pelabuhan terbesar kedua di Mozambik, yang berfungsi sebagai pintu gerbang bagi impor ke negara-negara yang tidak memiliki pantai di Afrika tenggara.

Berdasarkan keterangan Caroline Haga, seorang petugas senior Palang Merah Internasional, situasi di wilayah-wilayah sekitar Beira kemungkinan lebih buruk karena akses jalan yang masih terputus dan rumah-rumahnya tidak kokoh.

Topan Idai itu juga telah menewaskan 98 orang dan menyebabkan lebih dari 200 orang lainnya hilang di Zimbabwe. Sementara jumlah korban tewas di Malawi akibat hujan lebat dan banjir pekan lalu telah mencapai 56 orang. Tidak ada informasi jumlah korban baru baru yang dirilis setelah kedatangan topan di negara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini