JAKARTA – Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kemarin. Gunung api di Selat Sunda, Lampung itu juga dilanda 10 kali gempa sepanjang Senin 18 Maret 2019. Statusnya masih siaga atau level III, belum naik ke awas.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, dari kemarin hingga pagi tadi, secara visual Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup Kabut, teramati asap kawah utama putih dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 500 meter dari puncak.
“Angin bertiup lemah ke arah utara dan barat,” tulis PVMBG dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Selasa (19/3/2019).
Berdasarkan rekaman seismograf, gunung api setinggi 156,9 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami 10 kali gempa kemarin. Masing-masing enam kali gempa letusan, tiga kali gempa embusan dan sekali gempa dengan frekuanesi lemah (Low frequency)
“Tremor menerus dengan amplitudo 1-16 mm, dominan 2 mm,” sebut PVMBG.
Karena aktivitas vulkanologi masih menggeliat, masyarakat atau wisatawan dilarang mendekati dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Anak Krakatau kemarin pagi sempat erupsi dengan menyemburkan kolom abu dengan ketinggian hingga 500 meter.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.