nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto: Berita Bohong Meneror Psikologi Masyarakat

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 13:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 20 337 2032574 wiranto-berita-bohong-meneror-psikologi-masyarakat-QyPacg3IQ5.JPG Menko Polhukam, Wiranto pimpin rapat koordinasi persiapan pengamanan Pemilu 2019 (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menyebut bahwa berita bohong atau hoaks sengaja disemburkan untuk membuat teror psikologi di masyarakat. Teror itu, kata dia, bertujuan mengganggu jalannya pelaksanaan Pemilu 2019 pada April mendatang.

"Berita-berita palsu, buatan, berita bohong yang dilansir ke publik saya kira ini teror. Meneror psikologi masyarakat. Oleh karena itu, ya kita hadapi sebagai teror," kata Wiranto saat memimpin rapat koordinasi persiapan pengamanan Pemilu 2019 di Kantor Polhukam, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Mantan Panglima ABRI itu meminta aparat penegak hukum segera mengatasi teror yang marak melalui penyebaran berita palsu tersebut. "Segera kita atasi dengan cara-cara tegas, tapi bertumpu kepada hukum," ucapnya.

Dia menilai, berita bohong atau hoaks telah membangun opini seakan Pemilu 2019 akan berlangsung tidak aman dan berpotensi terjadinya kecurangan. Hoaks tersebut kata dia, berpotensi memunculkan kerusuhan-kerusuhan dan meningkatnya eskalasi politik dan keamanan saat berlangsungnya pemilu serentak yang berlangsung pada 17 April 2019.

Ilustrasi Hoaks

"Tujuannya apa, agar masyarakat ketakutan untuk memilih, masyarakat ngabur ke luar negeri sebelum Pemilu. Saya katakan jangan, ini isu tidak ada dasar," tuturnya.

Wiranto melanjutkan, aparat keamanan, dan intelijen telah memastikan kontestasi Pemilu 2019 akan berlangsung aman dan damai. Ia lantas mengajak seluruh masyarakat untuk tidak golput dan tetap menentukan hak politiknya.

"Ini yang saya kira penekanan akan disampaikan pejabat dari KPU, Bawaslu, BIN, Panglima TNI dan Kapolri. Sampaikan hal-hal spesifik untuk sinkronkan sinergi upaya mengamankan pemilu yang merupakan agenda reformasi, dan agenda demokrasi yang harus kita jaga bersama," katanya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini