Seribuan Guru Demo Bawa Keranda di Depan Kantor Walkot Pekanbaru

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Kamis 21 Maret 2019 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 21 340 2033063 seribuan-guru-demo-bawa-keranda-di-depan-kantor-walkot-pekanbaru-Enlxi28RlK.jpg (Foto: Banda H Tanjung/Okezone)

PEKANBARU - Seribuan guru di Pekanbaru melakukan mogok mengajar. Mereka lebih memilih kembali berdemo menuntut uang tunjangan dana sertifikasi yang dihapus pihak Pemkot Pekanbaru.

Dalam aksinya, guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali memblokade Jalan Jendral Sudirman di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru. Guru yang jumlahnya sekitar 1.500 orang itu juga membawa keranda.

Keranda diselimuti kain berwarna putih dengan tulisan 'matinya hati nurani pejabat wali kota'. Dalam aksinya mereka meneriaki ‘Wali Kota Pekanbaru pengecut’ karena tidak mau menemui pendemo.

Foto: Banda H Tanjung

"Kita menggugah hati nurani Wali Kota Pekanbaru yang mati. Kita minta keadilan. Uang sertifikasi adalah hak kita," ucap Irma, salah satu guru, Kamis (21/3/2019).

(Baca juga: 1.500 Guru di Pekanbaru Tahlilan agar Hati Wali Kota 'Luluh' Bayarkan Tunjangan)

Para guru ini bersikukuh agar Pemkot Pekanbaru merevisi Peraturan Wali Kota (Perwako) Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2019 tentang Sertifikasi Guru. Setelah diterbitkan Perwako, mereka tidak menerima tunjangan sertifikasi yang besarannya tergantung golongan.

Para guru tingkat SD dan SMP ini mengancam akan terus mogok mengejar jika tuntutan tidak dipenuhi. Mereka mengaku kecewa karena guru tingkat SMA di bawah Pemrov Riau tetap memdapatkan tunjangan sertifikasi.

"Kita akan terus mogok mengajar. Kita setiap hari akan mendatangi kantor wali kota untuk mendapatkan hak kita. Wali Kota Pekanbaru, Firdaus pengecut. Dia tidak berani menjumpai guru. Kita sudah empat kali demo, namun dia tidak mau berjumpa," kata Evi, guru lainnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini