Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pariwisata Bikin Sejahtera, 20 Destinasi Majestic Banyuwangi Dipajang di KLIA

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 22 Maret 2019 |09:30 WIB
Pariwisata Bikin Sejahtera, 20 Destinasi Majestic Banyuwangi Dipajang di KLIA
Foto: dok Kemenpar
A
A
A

KUALA LUMPUR – Beragam destinasi terbaik dipajang dalam Banyuwangi Cultural Week 2019, Kuala Lumpur. Variannya besar mulai dari alam, budaya, hingga warna adventure. Keeksotisannya menjadi representasi Majestic Banyuwangi secara utuh.

Banyuwangi Cultural Week 2019 mulai digulirkan pada Kamis (20/3). Venuenya berada di Level 5 Hall Keberangkatan, Gedung Terminal Utama, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Kuala Lumpur, Malaysia. Digelar 20-24 Maret 2019, event ini menyajikan 20 destinasi terbaik Majestic Banyuwangi. Dan, respon positif langsung ditunjukan publik KLIA usai opening ceremony.

Para penumpang di KLIA terlihat antusias dengan beragam produk pariwisata Banyuwangi. The Sun Rise of Java ini menawarkan destinasi Kawah Ijen. Banyuwangi juga memiliki De Djawatan, Desa Adat Kemiren, Sadengan Savannah, hingga Rafting & Tubing. Warna baharinya muncul dari G-Land, Pulau Merah, Watudodol, dan Bangsring Underwater. Ada juga Pantai Marina Boom, Mustika, dan Sukamade.

“Kami optimistis arus kunjungan wisatawan ke Banyuwangi akan naik. Respon publik di KLIA sangat bagus. Mereka tertarik dengan beragam informasi pariwisata Banyuwangi. Memanfaatkan momentum ini, seluruh destinasi yang ada di Banyuwangi kami tawarkan. Destinasi ini unik dan memiliki kekhasan yang luar biasa,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M Yanuarto Bramuda, Rabu (20/3).

The Sun Rise of Java memang eksotis. Warna ini digambarkan destinasi Kawah Ijen. Dengan background gunung, Kawah Ijen dilengkapi Blue Fire. Fenomena ini konon hanya ada 2 di dunia. Kawasan Ijen juga terkonekasi dengan Kawah Wurung, Bulan Sabit, dan Pemandian Air Panas. Ada juga Air Terjun Blawan, Kali Pait, Kampung Anyar, dan Kalibendo.

Sisi lain dari The Sun Rise of Java dimunculkan oleh Desa Adat Kemiren. Nuansanya sangat tradisional. Desa ini identik dengan budaya khas Suku Osing (Using). Ada budaya Barong Osing, Ritual Barong Ider Bumi, hingga Tari Gandrung. Desan ini juga memiliki Sanggar Genjah Arum yang jadi museum pelestari tradisi. Lebih spesial, Desa Kemiren memiliki Kopi Using yang terkenal kenikmatannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement