“Banyuwangi berkembang secara keseluruhan karena stakeholder punya komitmen besar. Mereka terus mengembangkan pariwisata secara serius dan komprehensif. Atraksi yang ada di Banyuwangi memang luar biasa. Hal ini tentu akan bagus bisa ditawarkan langsung melalui Banyuwangi Cultural Week 2019. Sebab, pangsa pasar di KLIA ini jelas. Arus wisman Banyuwangi pasti akan naik,” kata Rizki.
KLIA menjadi transit wisatawan 170 Ribu orang per hari sepanjang 2018. Banyuwangi Cultural Week 2019 membidik pengunjung 10% dari jumlah total wisatawan transit 170 Ribu orang per harinya. Angka riilnya 17.000 orang per hari. Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung pun menjelaskan, kesejahteraan masyarakat Banyuwangi juga akan terus terkoreksi positif.
“Seiring terus naiknya pariwisata, kesejahteraan masyarakat Banyuwangi akan terus melejit. Itu sudah jadi teorinya. Spending wisman di Banyuwangi juga bagus. Wilayah ini memenuhi semua syarat dengan infrastruktur pendukung terbaik,” jelas Adella.
Wisman memiliki rata-rata spending hingga Rp2,7 Juta per trip. Dengan komparasi jumlah wismannya, aktivitas transaksi di Banyuwangi mencapai Rp7,7 Triliun per tahunnya. Nilai ini langsung dinikmati masyarakat. Terkait infrastruktur, Banyuwangi 89 hotel, 9 hotel bintang, 485 homestay, dan 750 rumah makan. Banyuwangi juga ditopang oleh total 58 destinasi wisata plus 68 travel agent.
“Apapun Banyuwangi Cultural Week 2019 momentum branding terbaik. Destinasi yang ditawarkan menarik dan jadi representasi pariwisata Banyuwangi. Yang pasti, moment ini harus dimanfaatkan. Sebab, impact jangka panjang akan memberikan banyak value,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.