Kedua, kata Ace, Jokowi mampu menginspirasi dan memotivasi semua para pembantunya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama. Dengan terjun langsung ke lapangan, bukan sekadar memantau dan melihat pekerjaan. “Tapi, di situlah seorang pemimpin menginspirasi dan memotivasi anak buahnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencapai target yang telah dicanangkan,” katanya.
Ketiga, lanjut Ace, Jokowi menjadi teladan yang baik bagi para pembantunya. Keteladanan itu sangat penting. Bukan hanya banyak bicara, tapi bekerja langsung. Hal ini memotivasi mereka untuk ingin terus meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka.

“Keempat, Pak Jokowi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Sekalipun beliau mengalami hujatan atas kebijakan yang diterapkannya, selagi beliau memiliki keyakinan yang teguh, beliau konsisten menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Pak Jokowi difitnah dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak relevan dengan apa yang dikerjakannya. Namun, Pak Jokowi tangguh dan tetap tegak berdiri bekerja untuk rakyat,” katanya.
Poin kelima, menurutnya, Jokowi merupakan pemimpin yang memberdayakan kepada para pembantunya sesuai dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya. Memberdayakan itu artinya memberikan kepercayaan kepada anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan skema yang disepakati.
Dengan kepemimpinan yang efektif, kata Ace, Jokowi mampu bekerja dengan baik. Torehan berbagai hasil pembangunan, tidak hanya MRT, namun juga infrastruktur lainnya seperti jalan tol, bendungan, irigasi, aktivasi kereta api yang mangkrak, waduk, tanggul, jalan desa, dan lain-lain menunjukan Jokowi merupakan pemimpin yang bekerja secara efektif.

“Tak cukup hanya beretorika, mengkritik, datang ke pasar-pasar menanyakan harga lalu bicara ke media dan menebarkan pesimisme untuk membangun bangsa ini. Pak Jokowi bekerja dengan hati dengan menawarkan solusi untuk kebaikan bangsa,” ucapnya.
Ace menjelaskan, pembangunan MRT merupakan satu dari sekian banyak prestasi Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. “Kita membutuhkan kepemimpinan yang tak hanya pandai bicara menebar janji tapi tanpa bukti. Kita membutuhkan pemimpin yang efektif bekerja untuk rakyat dan melayani dengan hati bukan dengan tangan besi,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.