BEKASI - Suara milenial menjadi incaran partai politik di Pemilu 2019. Tak terkecuali parpol besar pengusung calon presiden seperti PDI Perjuangan dan Gerindra. Mereka serius memburu suara kaum yang lahir pada era 1980 ke atas.
Milenial diprediksi jadi penentu pemenang Pemilu 2019. Pemilih milenial diprediksi mencapai 40 persen dari total populasi pemilih.
Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sedikitnya terdapat 616.000 pemilih pemula yang suaranya siap diperebutkan. Jumlah tersebut 30 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Bekasi yang mencapai 2.053.546 jiwa.
PDI Perjuangan dan Gerindra ingin menarik suara mereka ke partainya, bukan saja untuk pemilihan presiden, tapi juga legislatif.
Sayap PDI Perjuangan yang fokus terhadap kaderisasi anak muda, Taruna Merah Putih (TMP) terjun langsung untuk merebut suara milenial di Kabupaten Bekasi.
"Kita memang sedang menggarap pemilih pemula. Sesuai analisa dan kajian kami, tidak kurang dari 616.000 merupakan pemilih potensial," kata Ketua TMP Kabupaten Bekasi, Nyumarno, Sabtu (23/3/2018).
Dari hasil penghitungan internal, kata dia, PDI Perjuangan menargetkan sedikitnya 1 juta suara, dengan asumsi jumlah partisipasi pemilih 70 persen dari DPT atau 1,5 juta suara.
"Kami berharap 35 persen dari target 1 juta suara itu berasal dari pemilih pemula. Jadi dari 616.000 suara pemula itu, kami harus bekerja keras untuk meraup sekitar 350.000 suara lebih," ujar dia.
Menurutnya, sudah ada beberapa langkah konkret yang dilakukan, di antaranya merangkul komunitas dan ruang berkumpul anak muda, serta mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.
"Tentunya kami akan lebih mengoptimalkan dengan terjun langsung ke rumah-rumah warga untuk memaparkan program dan visi-misi Jokowi-Ma’ruf Amin, juga hasil kerja nyata pemerintahan Jokowi saat ini," ucapnya.
Sementara Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha Hamdan menyampaikan, partainya menargetkan 50-60 persen untuk suara pemilih pemula di Kabupaten Bekasi.
Target tersebut tak lepas dari instruksi yang diberikan kepada kader dan caleg, agar mengadakan pertemuan dengan kaum milenial di setiap agenda, yang dinilai lebih efektif meraih simpati.
"Karena kan suara pemilih pemula ini begitu signifikan jumlahnya. Untuk itu perlu bagi kami mengejar dan itu sudah dilakukan," katanya.
Nugraha menjelaskan, kaum milenial cenderung memiliki karakteristik yang lebih kritis serta aktif dalam mencari tahu informasi seputar para calon yang akan dipilihnya. Meski demikian, milenial justru lebih mudah diarahkan ketimbang pemilih dewasa dan paruh baya.
"Karena itu celah ini kami serahkan kepada para caleg untuk mengarahkan," ucapnya.
Sebelumnya, ratusan milenial di Kabupaten Bekasi, mendeklarasikan dukungan terhadap paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin yang bertajuk "Deklarasi Milenial Bersatu" di Hotel Holiday Inn, Cikarang Utara, Selasa 19 Maret 2019.
"Deklarasi ini membuktikan bahwa kaum muda milenial di Kabupaten Bekasi puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. Mereka hadir tanpa ada unsur paksaan, untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Ketua Taruna Merah Putih Jawa Barat, Brando Susanto.
Partisipasi kaum milenial, menurut dia sangat diperlukan dalam menyongsong pesta demokrasi demi kemajuan pembangunan. Peran milenial tidak boleh dianggap remeh, mengingat mereka sebagai pelopor masa depan bangsa.
"Sudah saatnya milenial berada di garis depan, untuk menentukan nasibnya di masa yang akan datang," ujarnya.
Nyumarno menyebutkan, dukungan kaum milenial kepada paslon nomor urut 01 menjadi kemenangan bangsa untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi ke depannya.
"Milenial sadar betul ingin dipimpin oleh pemimpin yang sudah jelas kerjanya dan benar-benar mengabdi untuk rakyat. Karena itu, masyarakat yang mendukung paslon 01 harus sama-sama mengawal suara Pemilu 2019 ini," katanya.
(Fetra Hariandja)