TKN Akui Ada Pelanggaran saat Kampanye Terbuka Akibat Sulit Mengontrol Massa

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 07:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 26 605 2034965 tkn-akui-ada-pelanggaran-saat-kampanye-terbuka-akibat-sulit-mengontrol-massa-VG5ikikctp.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengakui ada sedikit pelanggaran yang dilakukan komponen pemenangannya saat hari pertama kampanye terbuka Pilpres 2019. Hal itu sebagaimana diungkapkan Anggota TKN Indra Hakim Hasibuan.

Ia mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengimbau kepada seluruh relawan, simpatisan, dan partai politik koalisi untuk tertib terhadap peraturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Namun kenyataannya, lanjut Indra, masih terdapat sedikit pelanggaran yang terjadi karena sulitnya mengontrol jumlah massa yang begitu besar dalam kampanye terbuka tersebut.

(Baca juga: KH Ma'ruf Amin: 17 April, Pilih Capres-Cawapres Berbaju Putih)

"Kenyataannya masih satu-dua hal yang terjadi. Ya kalau sudah pergerakan massa ketika hari H agak sulit juga kita kontrol karena itu spontan dari mereka sebagai bentuk support dan antusias," kata wasekjen PPP itu kepada Okezone, Selasa (26/3/2019).

Kampanye terbuka Jokowi di Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Sebagaimana diwartakan, anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada hari pertama rapat umum atau kampanye terbuka.

Beberapa peraturan yang dilanggar itu seperti mengikutsertakan anak-anak, menggunakan fasilitas milik negara, dan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).

(Baca juga: Unggul di Survei Charta Politika, TKN: Informasi Capaian Jokowi Terserap ke Masyarakat)

"Misalnya, masih ada anak-anak di dalam kampanye, padahal itu kan tidak sesuai dengan komitmen kita. Kemudian masih ada penggunaan fasilitas negara di mana ada beberapa pejabat yang menggunakan atau mobil pemerintah," ujar Fritz, Senin 25 Maret 2019.

"Kemudian ada ASN yang terlibat dan hadir saat kampanye. Kemudian ada beberapa alat-alat peraga yang bukan alat peraga parpol. Gitu-gitu," tambahnya.

Akibat banyaknya pelanggaran yang dilakukan, Bawaslu mengimbau kepada kedua pasangan calon maupun timnya untuk melakukan kampanye terbuka sesuai peraturan yang berlalu dan ditetapkan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini