Seberapa Penting Suara Swing Voters?
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, menegaskan bahwa suara swing voters sangat signifikan untuk mendulang perolehan suara.
"Kunci kemenangan ini kan siapa yang bisa menguasai undecided voters. Maka kita terus bergerak ke sana supaya mereka kemudian beralih menentukan pilihannya ke Prabowo," ujar Ferdinand.
Dia mengklaim selisih antara dua pasangan calon hanya satu digit. Jika suara undecided voters berhasil diraih, maka kubu Prabowo akan menang di kisaran 55–56 persen.
"Apalagi kalau ditambah lagi nanti swing voters bisa bergerak ke atas, sekitar 5 persen, maka Prabowo akan kita hitung memenangkan pemilu ini di angka 60 persen," ujarnya.
Adapun beberapa survei terakhir menunjukkan elektabilitas petahana Joko Widodo sekira 53 persen, sementara Prabowo Subianto 33 persen.
Kemudian survei terakhir Charta Politika yang dirilis pada Senin 25 Maret menunjukkan 53,6 persen pemilih mendukung Joko Widodo dan 35,4 persen mendukung Prabowo Subianto.

Dengan selisih yang terpaut jauh, Yunarto mengungkapkan bahwa suara swing voters dan undecided voters tidak akan berdampak signifikan menentukan suara.
"Secara matematika, kalau kondisinya ceteris paribus (tidak berubah) 100 persen undecided voters diambil Prabowo pun tidak cukup untuk mengalahkan Jokowi," ujarnya.
Kendati begitu, Yunarto mengakui dinamisasi suara kemungkinan bisa terjadi jika terjadi apa yang disebutnya "tsunami politik".
"Apa yang bisa menyebabkan perubahan? Kalau terjadi tsunami politik, kasus atau skandal yang menimpa langsung kandidat atau kalau terjadi krisis ekonomi," imbuh Yunarto.
Meski juga tidak menganggap suara swing voters signifikan terhadap perolehan suara mereka, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menganggap suara swing voters berguna untuk "menebalkan" elektabiltas Jokowi.
"Yang kami lakukan saat ini adalah menebalkan kemenangan supaya legitimasi Pak Jokowi kuat, kami mengejar kemenangan Pak Jokowi melebih kemenangan SBY," ujar Arya.
Adapun dalam Pilpres 2009, persentase kemenangan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencapai 60,8 persen.