nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar di Cirebon Jatuh hingga Patah Tulang Diduga Akibat Ditarik Gurunya

Toiskandar, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 04:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 27 525 2035414 pelajar-jatuh-hingga-patah-tulang-diduga-akibat-ditarik-gurunya-ky8wYD8rGi.jpg Arya Dwi Sangga, murid diduga dianiaya gurunya di Cirebon menjalani perawatan di rumah sakit (Foto: Toiskandar)

CIREBON - Arya Dwi Sangga, pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Gebang, Kabupaten Cirebon harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Waled Cirebon, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019). Pelajar kelas tujuh ini menderita patah tulang pada pergelangan tangannya diduga usai terjatuh akibat ditarik seorang oknum guru di sekolahnya.

Bahkan, tangan kanan Arya sempat mengalami pembengkakan akibat terkilir dan patah tulang yang dideritanya. (Baca Juga: Cukur Rambut Murid Asal-asalan, Oknum Guru di Banyuwangi Dipolisikan)

Pihak keluarga mengaku sangat kecewa dengan tindakan oknum guru terhadap anaknya, yang dinilai kelewat batas. Meski diketahui, sang anak hendak dibawa ke ruang bimbingan konseling, namun keluarga belum mengetahui persis latar belakang peristiwa tersebut.

Ilustrasi 

Dari pengakuan sang anak sendiri, dirinya terpelanting saat ditarik kerah bajunya oleh oknum guru yang hendak membawanya ke ruang bimbingan konseling.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa pekan kemarin tersebut sempat dimediasi oleh pihak sekolah bersama pihak kepolisian dari sektor Gebang. Pihak keluarga yang menerima mediasi tersebut akhirnya bersepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan, meski pihak keluarga meminta penanganan medis dan pemberian sanksi terhadap oknum guru yang dinilai tidak menjaga siswanya.

(Baca Juga: Tak Kerjakan PR, Puluhan Siswa Diduga Dipukuli Guru hingga Berdarah di Mentawai

Menurut Ahmad Tabrani, orangtua siswa, rencananya Arya yang mengalami patah tulang cukup serius pada pangkal tangannya akan menjalani operasi pengangkatan serpihan tulang yang menancap di persendiannya.

Keluarga berharap peristiwa yang menimpa anaknya tidak lagi terulang terhadap siswa lain dan guru lebih sabar dalam menghadapi siswanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini