Siswa SMP di Manado Tewas Usai Dihukum Lari oleh Gurunya Gara-Gara Terlambat

Kamis 03 Oktober 2019 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 03 340 2112200 siswa-smp-di-manado-tewas-usai-dihukum-lari-oleh-gurunya-gara-gara-terlambat-Ihf8jjk9XQ.jpg Petuugas Polsel Mapanget Memeriksa Sejumlah Saksi Terkait Kematian Siswa SMP Kristen 46 Kota Manado Akibat Dihukum Gurunya karena Terlambat Sekolah (foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO - Siswa Kelas IX SMP Kristen 46 bermana Fanly Langihide meninggal dunia setelah dihukum oleh gurunya di sekolah, pada Selasa 1 Oktober 2019. Sang guru menghukum Fanly dengan berdiri di bawa terik matahari dan lari mengelilingi lapangan karena terlambat datang ke sekolah.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sempat mengeluh pusing. Namun, hal itu tidak digubris guru berinisial CS. Korban malah disuruh berlari mengitari lapangan sekolah. Pada putaran keempat, korban ambruk hingga tak sadarkan diri.

Baca Juga: Lagi, Siswa SMA Taruna Meninggal Diduga Akibat Kekerasan saat MOS 

Mengetahui hal itu, pihak sekolah kemudian membawa korban ke Rumah Sakit AURI Manado dan dirujuk ke Rumah Sakit Profesor Kandow, namun nyawa Fanly tidak tertolong. Ayah korban, Joni Lahingide mengatakan, anaknya dihukum guru karena terlambat masuk sekolah.

“Anak saya itu dihukum di bawah terik matahari bersama teman-teman lainnya. Anak saya padahal saat itu mengeluh pusing, tapi guru itu tetap menyuruh anak saya dan teman-temannya yang terlambat lari mengelilingi lapangan,” kata Joni seperti dikutip iNews, Selasa 1 Oktober 2019.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Kini, polisi masih menyelidiki kematian Fanly. Polsek Mapanget Manado telah memeriksa tujuh orang saksi. Lima saksi yang diperiksa di antaranya teman korban saat menjalani hukuman berdiri di bawah terik matahari dan lari mengelilingi lapangan sekolah karena terlambat.

Sementara CS, oknum guru yang menghukum korban dan siswa lainnya belum bisa diperiksa karena masih syok akibat kejadian itu.

“Sebelumnya kami sudah memeriksa dua saksi, teman korban dan guru. Hari ini kami juga memeriksa tujuh teman korban,” kata Kapolsek Mapange AKP Muhlis Suhani, Rabu (2/10/2019).

Para saksi diperiksa secara bergantian oleh penyidik Reserse Polsek Mapanget. Menurut salah satu teman korban, Betran Kasenda, sebelum kejadian, mereka terlambat datang ke sekolah. Guru piket CS lalu menghukum mereka dengan cara berdiri di bawah terik matahari selama 15 menit.

“Karena kami terlambat, kami dihukum dijemur di bawah matahari,” katanya.

Baca Juga: Pelajar di Cirebon Jatuh hingga Patah Tulang Diduga Akibat Ditarik Gurunya 

Hukuman kemudian dilanjutkan dengan berlari mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 20 kali. Fanly saat itu sudah mengeluh pusing, tapi tetap menjalani hukumannya. Akhirnya pada putaran keempat, korban terjatuh dan pingsan. Pihak sekolah kemudian membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Polisi masih akan memeriksa oknum guru piket yang menghukum korban hingga akhirnya tewas. Saat ini, guru tersebut belum bisa dimintai keterangan karena baru menjalani perawatan di Rumah Sakit AURI karena mengalami syok akibat peristiwa ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini