nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Nenek Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 00:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 28 609 2036393 mengaku-bisa-gandakan-uang-nenek-tipu-warga-ratusan-juta-rupiah-qJkfQtlGIc.jpg (Foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Seorang nenek bernama Tampa (61) melakukan penipuan dengan modus menggandakan uang. Hal tersebut terungkap setelah korban penipuan melapor ke Polsek Bontoala atas praktik penipuan penggandaan uang.

Praktik tersebut sudah berulang kali dilakukan nenek Tampa di rumah korban di Jalan Petta Punggawa, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Total uang korban yang telah ditipu sejak 2017 hingga Maret 2019 berjumlah Rp500 juta-an, dengan beberapa kali transaksi via transfer bank.

"Ada korban yang melaporkan kejadian tersebut dan pihak kami masih mendalami kasus ini yang kemungkinan pelakunya bukan cuma 1 orang," kata Kapolsek Bontoala, Kompol H. Sahiruddin, Kamis (28/03/2019).

Ilustrasi.

Menurut Sahiruddin, pelaku tertangkap setelah dijebak korban. Pihak keluarga korban menemui pelaku yang saat itu keberadaannya di Jakarta. Seorang korban bernama Hapsa berhasil menangkap pelaku di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Pelaku kemudian langsung dibawa ke Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbutatannya.

(Baca juga: Begini Cara Kanjeng Dimas "Menggandakan" Uang)

Selain Hapsa, belakangan ada 3 orang lain yang mengaku sebagai korban. Mereka berasal dari Bekasi hingga Nunukan, Kalimantan Utara.

"Ada dua korban lagi melapor. Ada dari Nunukan itu atas Nama Haji Andi Nurma kerugian Rp100 juta. Kemudian Haji Wiwi di Bekasi kerugian Rp100 juta. Termasuk atas nama Ferdinand Rp100 juta juga, alamat di Jakarta," kata dia.

Modus yang dilakukan yaitu mengimingi-imingi korban uangnya akan bertambah jika disetorkan ke pelaku.

"Modusnya seperti itu mengiming-imingi apabila, misalnya pihak korban memasukkan Rp100 juta itu akan jadi Rp2 M. Para korban yakin. Korban juga kayak terhipnotis begitu sehingga meraka melakukan seperti itu," ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman lima tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini