Pengamanan Debat Pilpres di Hotel Shangri-La Dibagi 4 Ring

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 30 Maret 2019 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 30 605 2036989 pengamanan-debat-pilpres-di-hotel-shangri-la-dibagi-4-ring-dengan-libatkan-5-000-personel-gabungan-gCc9wtKssk.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya akan membuat 4 ring pengamanan di Hotel Shangri-La yang menjadi lokasi Debat Keempat Pilpres 2019. Pengamanan 4 lapis tersebut akan melibatkan 5 ribu personel petugas gabungan.

"Nanti tanggal 30 Maret dilaksanakan debat capres keempat, dengan adanya surat KPU berkaitan debat itu, dari kepolisian bertanggung jawab melakukan pengamanan, kita menggunakan 5 ribu personel gabungan TNI-Polri ada Pemda dan sebagainya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

Baca Juga: Polisi Gunakan CCTV Mobile dan Face Recognition Amankan Debat Keempat Pilpres 

Dia menjelaskan, nantinya pengamanan akan dibagi menjadi empat ring, di mana ring pertama akan dijaga oleh Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres).

 

"Tentunya dengan adanya lokasi di sana kita membuat perencanaan-perencanaan pengamanan, kita buat ring 1 sampai ring 4, jadi ada ring 1 itu di dalam kegiatan tempat debat itu nanti dijaga Paspampres. tentunya masuk ke ring 1 melalui pintu sterisasi," ucapnya.

Selanjutnya, untuk di ring kedua atau di luar dari ruangan debat nantinya dijaga oleh TNI-Polri. "Di ring 3 itu disekitar hotel termasuk masuk ke hotel, jalan di depan hotel itu ring 3 kita tempatkan anggota di sana," tuturnya.

Baca Juga: Amankan Debat Keempat Pilpres, 5 Ribu Personel Gabungan Disiagakan 

Adapun di ring 4 atau di jalan yang akan menuju ke tempat lokasi, pihaknya juga menyebar anggota untuk mengatur lalu lintas sehingga tidak terjadi kemacetan di sekitaran hotel.

"Nanti dari Dirlantas akan menggunakan kekuatanya untuk mengatur, nanti ditempatkan diberbagai titik jangan sampai ada kemacetan, intinya nanti apakah ada pengalihan arus, contraflow, buka tutup itu namanya rekayasa lalu lintas itu situasional yang lebih ahli Dirlantas," ujar dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini