nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lukisan Termahal di Dunia Karya Leonardo da Vinci Hilang Misterius di UEA

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 01 April 2019 19:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 01 18 2037948 lukisan-termahal-di-dunia-karya-leonardo-da-vinci-hilang-misterius-di-uea-z8AXkL9RNo.jpg Salvator Mundi. (Foto: AP)

ABU DHABI - Lukisan Yesus karya pelukis kenamaan Leonardo da Vinci yang menjadi lukisan termahal di dunia saat dibeli dengan harga USD450 juta (sekira Rp6 triliun) pada 2017, dilaporkan hilang tak diketahui rimbanya. Lukisan bernama Salvator Mundi itu rencananya akan dipamerkan di Museum Louvre Abu Dhabi pada September tahun lalu, tetapi sampai saat ini tidak terdengar lagi kabarnya.

Laporan dari New York Times (NYT) menyebutkan bahwa meski departemen kebudayaan Abu Dhabi sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh lukisan tersebut setelah dibeli di pelelangan Christie oleh "teman dekat" Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, pameran Salvator Mundi yang dijadwalkan berlangsung di September 2018 itu ternyata "dibatalkan tanpa penjelasan".

BACA JUGA: Dituding Beli Lukisan Yesus dengan Harga Selangit, Putra Mahkota Saudi Kebanjiran Kritik

Selain itu, seorang pejabat anonim yang akrab dengan "diskusi" antara Abu Dhabi dan Louvre di Paris mengatakan kepada NYT bahwa museum Prancis tersebut tidak dapat menemukan lukisan itu.

"Ini tragis," kata Dianne Modestini, seorang profesor di Institut Seni Rupa Universitas New York dan seorang konservator yang telah mengerjakan Salvator Mundi.

“Merebut sebuah mahakarya langka dari pecinta seni dan banyak orang yang tergerak oleh gambar itu sangat tidak adil,” ujarnya sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (1/4/2019).

NYT juga mengatakan bahwa masih belum jelas bagaimana museum Uni Emirat Arab (UEA) memperoleh lukisan tersebut dari warga Saudi yang membelinya. Surat kabar itu mengklaim bahwa "beberapa pihak berspekulasi bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman mungkin telah memutuskan untuk menyimpannya”.

Kedutaan Arab Saudi di Washington menolak mengomentari masalah ini begitu juga dengan Departemen Kebudayaan Abu Dhabi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini