Survei Indo Barometer: Jokowi-Ma'ruf Unggul di Pemilih NU dan Muhammadiyah

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 19:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 02 605 2038388 survei-indo-barometer-jokowi-ma-ruf-unggul-di-pemilih-nu-dan-muhammadiyah-DyomK7giTH.jpg

JAKARTA - Survei Indo Barometer menunjukkan jika pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul di kalangan pemilih Muhammadiyah dibanding paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli mengatakan berdasarkqn catatannya Jokowi-Ma'ruf mendapat suara dari pemilih Muhammadiyah sebesar 45 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat suara sebanyak 35 persen dari pemilih Muhammadiyah.

"Dari kalangan Muhammadiyah yang tidak menandai atau menentukan pilihannya sebesar 20 persen, " ungkap Rusli saat merilis hasil survei di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

Rusli menjelaskan jika data berdasarkan hasil survei pun membelokan adanya anggapan bahwa Prabowo-Sandiaga lebih unggul di kalangan Muhammadiyah ketimbang Jokowi.

Adapun, keunggulan Jokowi-Ma’rug dikantong pemilih Muhammadiyah lantaran Jokowi sebagai Capres mempunyai kebisaan yang sering datang mengunjungi pihak-pihak yang terkait dan memiliki suara di ormas tersebut.

"Bisa jadi selama ini Jokowi rajin turun ke tempat-tempat, kampus-kampus Muhammadiyah, kemudian mengajak tokoh Muhammadiyah yang kemudian memberikan simpati bagi pemilih Muhammadiyah itu sendiri," ungkap Hadi.

Sementara, untuk pemilih di kalangan Nadlathul Ulama (NU) dibanding Jokowi-Ma’ruf kembali unggul. Pasangan calon nomor urut 01 itu mendapat dukungan sebesar 54 persen.

“Sementara, Prabowo-Sandiaga hanya mendapat dengan 35 persen dari pemilih NU,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah sampel pada survei sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar ±2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Survei dilakukan di 34 Provinsi Indinesia pada 15-21 Maret. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, serta responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini