nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Najib Razak, Mantan PM Malaysia yang Diadili Skandal Keuangan Global

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 03 18 2038736 sidang-najib-razak-mantan-pm-malaysia-yang-diadili-skandal-keuangan-global-40ATMs5bz8.JPG Najib Razak (Reuters)

MALAYSIA - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghadapi tujuh tuntutan, dari beberapa kasus kriminal di mana ia dituduh mengantongi uang senilai USD681 juta (Rp9,6 triliun) dari lembaga pengelola investasi negara 1MDB.

Najib menyatakan diri tidak bersalah dari berbagai tuduhan tersebut.

Perusahaan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) sendiri didirikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Malaysia melalui investasi-investasi strategis.

Alih-alih, lembaga ini dituduh membiayai gaya hidup mewah, sebuah film Hollywood dan sebuah kapal pesiar super mewah.

 Baca juga: Dijatuhi Empat Tuntutan, Najib Razak Nyatakan Dirinya Tidak Bersalah

Sekelompok pendukung menemui Najib ketika ia tiba di pengadilan di Kuala Lumpur. Mereka berdiri dan berdoa bersamanya sebelum Najib memasuki gedung pengadilan sambil berteriak, "Hidup Najib!".

Pengacara Najib mencoba mengupayakan agar persidangan ditunda, tetapi hakim memutuskan tidak menerima permintaan tersebut.

Dalam pertanyataan pembukanya, Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, menyatakan bahwa Najib memegang "kekuasaan nyaris mutlak" dan itu diiringi dengan "kewajiban yang sangat besar".

"Tertuduh tidak berada di atas hukum," kata Jaksa Agung Malaysia.

Najib Razak menghadapi beberapa tuduhan kriminal, dan pengadilan Rabu (03/04) adalah yang pertama terkait skandal ini.

Pengadilan ini seharusnya dimulai pada tanggal 12 Februari, tetapi ditunda untuk mendengarkan beberapa upaya hukum.

 Baca juga: PM Malaysia Imbau Muslim Seluruh Dunia Menentang Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel

Pemerintah Malaysia juga mengajukan tuntutan kriminal kepada firma di Wall Street, Goldman Sachs, dengan tuduhan bahwa bank investasi itu menipu investor agar mengumpulkan dana utuk 1MDB.

Goldman Sachs membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan "sekuat tenaga membantah tuduhan itu".

Najib Razak

Tentang apa pengadilan ini?

Jumlah total tuntutan yang dihadapi Najib sebanyak 42, sebagian besarnya terkait 1MDB.

Sidang pertama berpusat pada tuduhan transfer dari SRC Internasional - sebuah unit dari 1MDB - ke rekening pribadi Najib sebesar 42 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp146 miliar).

Kasus ini melibatkan tiga kasus pencucian uang, tiga pelanggaran kriminal dan satu kasus penyalahgunaan kekuasaan. Najib menyatakan diri tidak bersalah untuk seluruh tuduhan tersebut.


Bagaimana latar belakangnya?

Najib Razak mendirikan 1MDB di tahun 2009 ketika ia menjabat perdana menteri, guna membantu pembangunan ekonomi Malaysia.

Pada tahun 2015, kegiatan lembaga ini mulai dipertanyakan sesudah luput melakukan pembayaran kepada bank dan pemegang obligasinya.

Amerika Serikat melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa US$4,5 miliar (Rp64 tilyun) telah dialihkan ke kantong pribadi.

Penegak hukum Amerika sempat menyatakan bahwa seseorang yang diberi nama kode "Pejabat Malaysia No.1" (Malaysian Official 1) diduga kuat menerima USD681 juta dari 1MDB. Belakangan dikonfirmasi bahwa orang tersebut adalah Najib Razak.

Para penegak hukum menyatakan bahwa uang ini digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah Najib dan istrinya Rosmah Mansor, yang juga menghadapi tuduhan korupsi.

Nama Najib dibersihkan dari segala tuduhan oleh pihak berwenang Malaysia ketika ia menjabat perdana menteri.

Namun tuduhan korupsi ini memainkan peran sangat besar dalam kekalahan pemilu tahun 2018. Pemerintahan yang terbentuk sesudah itu segera membuka kembali penyelidikan 1MDB.

Polisi menyatakan mereka berhasil menyelamatkan barang mewah dan uang dari tempat tinggal Najib. Najib kemudian ditahan oleh lembaga anti-korupsi sebelum dibebaskan dengan jaminan.


Kapal pesiar super mewah

Sasaran lain dari penyelidikan ini adalah pebisnis Malaysia Low Taek Jho yang memainkan peran di balik dari layar transaksi-transaksi 1MDB.

Ia dituduh menyelewengkan uang untuk dirinya sendiri dan rekan-rekannya. Low membantahnya dan kini keberadaannya tidak diketahui.

Ia memiliki kapal pesiar super mewah bernama Equanimity seharga USD250 juta (Rp3,5 trilyun) yang diduga dibeli dari uang hasil penyelewengan tersebut. Pada tahun 2018, kapal pesiar itu disita oleh pihak berwenang.

Pengadilan menyetujui pada Rabu (03/04) terkait penjualan kapal itu senilai USD126 juga (Rp1,8 trilyun) kepada perusahaan kasino Genting Malaysia.

Menurut Jaksa Agung Malaysia, penjualan ini merupakan jumlah uang terbesar yang berhasil diselamatkan oleh Malaysia dari skandal 1MDB ini.

Setidaknya enam negara termasuk Singapura dan Amerika Serikat telah melakukan penyelidikan pencucian uang dan korupsi terhadap 1MDB.

Bank investasi Goldman Sachs merupakan salah satu pemain terbesar yang terlibat dalam skandal ini.

Pemerintah Malaysia telah mengajukan tuntutan kriminal terhadap Goldman Sachs, menuduh bank membantu penyelewengan uang tersebut.

Tim Leissner yang bekerja sebagai Direktur Goldman Sachs di Asia Tenggara menyatakan diri bersalah karena keikutsertaan dalam penyuapan dan pencucian uang.

Presiden Direktur Goldman Sachs, David Solomon, meminta maaf kepada rakyat Malaysia untuk peran Leissner dalam skandal ini, tapi ia menyatakan bahwa lembaganya turut dibohongi dalam soal rincian transaksi yang terjadi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini