Wiranto menambahkan, mindset ancaman sudah berubah dalam spektrum yang lebih luas dan kompleks, sehingga ia mengkitisi kalau dalam menerjemahkan ancaman sudah salah, maka kebijakan yang diambil pasti akan jauh menyimpang dari yang dibutuhkan. "Apalagi itu kebijakan negara, wah pastilah resikonya sangat fatal," tuturnya.
Dicontohkannya, karena salah mendeskripsikan ancaman terkini, Prabowo yang menilai dirinya paling paham soal pertahanan keamanan justru menganggap pertahanan RI buruk dan lemah. Sebabnya, hanya karena tidak punya uang untuk memberdayakan TNI.
"Bayangkan kalau APBN dihambur untuk membeli Alutsista TNI, sedangkan ancaman rielnya bukan perang apa jadinya negeri ini?" katanya.
(Baca Juga: Jokowi Sebut 20 Tahun ke Depan Tak Ada Invasi, Prabowo: Aduh, Aduh...)
Menurut Wiranto, Jokowi sudah benar menempatkan Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN) buat pertahanan terus meningkat sejalan dengan semakin menipisnya trauma kembalinya kekuatan militer mendominasi negeri ini.