Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada awal tahun 2019 data yang masuk sampai per 29 Januari 2019, tercatat jumlah penderita DBD terbesar ada di angka 13.638 penderita, dilaporkan dari 34 provinsi dengan 132 kasus di antaranya meninggal dunia.
Angka ini disebutkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan Januari 2018 lalu, yaitu 6.167 penderita dan jumlah kasus meninggal sebanyak 43 kasus.
Pada awal 2019 ini, tercatat beberapa daerah melaporkan KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD di antaranya yakni Manado (Sulawesi Utara), dan 7 Kabupaten/Kota dui Nusa Tenggara Timur yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ngada, Timor Tengah Selatan, Ende dan Manggarai Timur.

Dia mengatakan fogging Perindo akan terus diintensifkan untuk mencegah DBD mewabah. Terlebih di musim hujan sekarang ini, sangat rawan nyamuk DBD berkembang biak.