nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Diminta Transparan soal Kasus Eks Kadis SDA DKI

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 08 April 2019 09:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 08 338 2040390 polisi-diminta-transparan-soal-kasus-eks-kadis-sda-dki-C2M5pUGR3Y.jpg Ilustrasi Polisi (Okezone)

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polda Metro Jaya untuk lebih transparan soal kasus dugaan perusakan lahan warga di Rawa Rotan, Cakung, Jakarta Timur, yang menyeret eks Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Teguh Hendrawan. Mengingat, perkara itu sudah bergulir sejak Agustus 2018, namun hingga kini tak belum juga ada kelanjutannya.

"Hal ini agar publik tidak berpikiran negatif terhadap penyidikan kasus yang mereka tangani," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Jakarta, Senin (8/4/2019).

 Baca juga: Soal Kadis SDA Jadi Tersangka, Gubernur Anies Siap Bela Anak Buahnya

Menurut Neta, terkait kasus yang dialami mantan camat Pulogadung itu, seharusnya jika seseorang sudah ditetapkan sebagai tersangka, proses penanganan perkaranya disegerakan untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Sebab penetapan seseorang menjadi tersangka karena polisi sudah memiliki dua alat bukti. "Namun jika prosesnya lamban, dari Agustus hingga April belum ada tanda kelanjutan perkaranya, tentu ini menjadi tanda tanya," imbuh dia.

 Baca juga: Seret Kadis SDA Jadi Tersangka, Polda Metro Terus Dalami Kasus Dugaan Perusakan Lahan

Neta menyebut, dengan tergantungnya perkara itu, maka pertanyaan yang muncul di masyarakat adalah, apakah polisi tidak profesional dan asal-asalan dalam menetapkan tersangka. Kemudian, apakah ada intervensi dari penguasa terhadap kasus ini, sehingga polisi gamang untuk menuntaskan tersebut.

"Karena itu harus ada transparansi agar tak muncul tanda tanya tersebut," tutur Neta.

Untuk menghindari dugaan-dugaan negatif dari masyarakat, sambung Neta, Polda Metro Jaya harus segera melanjutkan kasus yang menjerat Teguh. Caranya, melanjutkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga dilimpahkan ke kejaksaan.

"Jangan seperti ini yang menggantung sejak Agustus 2018 lalu," ucap Neta.

Teguh Hendrawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada tanggal 29 Agustus 2018 lalu, karena melakukan pelanggaran dengan masuk pekarangan orang tanpa izin.

Saat itu, dia dilaporkan warga bernama Felix Tirtawidjaya pada bulan Agustus 2016 lalu, karena dianggap melanggar pasal 170 tentang perusakan dan masuk ke pekarangan orang lain.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya masih terus memproses perkara tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini