Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Penjelasan Demokrat soal Surat SBY yang Sebut Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Tak Lazim

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 08 April 2019 |12:52 WIB
Ini Penjelasan Demokrat soal Surat SBY yang Sebut Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Tak Lazim
Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan saat Konfrensi Pers soal Surat SBY Terkait Kampanye Akbar Prabowo-Sandi yang Digelar di SUGBK, Minggu 7 April 2019 (foto: Fadel Prayoga/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - DPP Partai Demokrat menggelar konferensi pers terkait kemunculan surat ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memberi tanggapan soal kampanye akbar pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion GBK, Minggu, 7 April 2019.

Surat tersebut dibuatnya sebelum kampanye akbar berlangsung, tepatnya pada hari Sabtu 6 April 2019. Dirinya menilai kampanye tersebut dari jabaran set up dan rundown yang didapatkannya.

Baca Juga: SBY Kirim Surat dari Singapura Sebut Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga Tak Lazim 

Sekjen DPP Demokrat Hinca Pandjaitan menjelaskan, surat dari presiden RI ke-7 itu ditujukan kepada internal partai berlambang bintang mercy tersebut dan ia tidak mengira kalau surat itu akan tersebar ke awak media. Akhirnya, surat itu disampaikan ke sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani agar mempertimbangkan masukan yang diberikan oleh SBY.

Sekjen DPP Demokrat Hinca Pandjaitan Konfrensi Pers soal Surat SBY Terkait Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di SUGBK (foto: Fadel Prayoga/Okezone)	 

"Dan Kami (telah) berkomunikasi dan menyampaikan pesan itu kepada pasangan capres 02 tentu saya berkomunikasi dengan sekjen Gerinda Ahmad Muzani," kata Hinca dalam jumpa pers di kantor DPP Wisma Proklamasi, Senin (8/4/2019).

Hinca mengatakan, inti dari susbtansi surat SBY sebenarnya agar kampanye akbar kemarin betul-betul inklusif dan menggambarkan suasana tentang pilpres itu untuk semua.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement