“Bondan sudah mengalami tahapan sebagai musisi besar. Fase-fase pembelajaran sudah dilaluinya dengan sangat baik. Hasilnya pun bisa dilihat saat ini. Kehadiran Bondan di KMP-MK 2019 bisa menjadi inspirasi bagi publik perbatasan. Kerja keras dan totalitas dalam bermusik akan membuka jalan hidup luar biasa,” terang Ricky lagi.
Melalui ajang Musik Tawuran, Bondan Fungky membentuk band Kopral pada 1997. Ia berposisi sebagai basis di band itu. Lalu, selang 2 tahun berikutnya album Funchopat dirilis. Lagu andalannya adalah Funchopat dan Cassanova. Pada 2000, album kedua Fungky Kopral dengan Funkadelic Rhythm and Distortion lahir. Ada 3 single yang nge-hits seperti, Bagian Yang Hilang, Super Funk, dan Drop Dead Down.
Langkah besar dilakukan Bondan bersama Fungky Kopral pada album ke-3. Mereka lalu menggandeng pengusaha dan budayawan Setiawan Djody. Album ini berlabel Misteri Cinta (2002), singlenya Tokek, Misteri Cinta, dan Revolusi Biru.
Setelah keluar dari Fungky Kopral, Bondan membentuk proyek baru bersama grup rap Fade2Black. Sinergi ini lalu melahirkan album Respect pada 2015.
“Kreativitas Bondan Prakoso pun terus tumbuh. Dalam bermusik, ada banyak terobosan yang dilakukan oleh Bondan. Inovasi ini menjadi karya yang bagus dan selalu diterima industri musik tanah air,” kata Ricky lagi.