PT Schroder Bantah Berkontribusi Dana untuk Kampanye Sandiaga Uno

Rabu 10 April 2019 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 10 605 2041728 pt-schroder-bantah-berkontribusi-dana-kampanye-untuk-sandiaga-uno-CPFodjaVTD.jpg Schroders Indonesia

JAKARTA - PT Schroder Investment Management Indonesia membantah ikut berkontribusi terhadap calon wakil presiden Sandiaga Uno, menyusul adanya pemberitaan dugaan ada aliran uang dari Reksa Dana Schroder USD Bond Fund sebesar USD14,91 (setara Rp222 miliar) ke rekening mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael T. Tjoajadi dalam surat tanggapannya dikirim ke Okezone, Rabu (10/4/2019) menyatakan, keberatan dengan pemberitaan dalam artikel berjudul “Sandiaga Uno Diduga Terima Dana Asing” dan “Jawaban PPATK soal Dugaan Sandiaga Uno Terima Dana Asing untuk Kampanye”.

“Schroders membantah klaim bahwa Schroders ataupun anak perusahaannya telah berkontribusi dalam kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden di Indonesia,” tulis Michael T. Tjoajadi dalam surat yang ditandatanganinya.

Dia menegaskan bahwa Schroders memiliki kebijakan global untuk tidak berkontribusi pada kegiatan politik apapun.

“Selain itu, kami tidak memberikan komentar apapun mengenai individu-individu baik mereka adalah nasabah ataupun bukan. Apa yang dilakukan oleh seorang individu terhadap pencairan investasinya adalah sepenuhnya hak individu tersebut untuk menentukan dan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Shroders ataupun anak perusahaannya.”

Sebelumnya Komunitas Perhati Politik Indonesia (Kopi) memaparkan hasil investigasinya yakni soal dugaan Sandiaga Uno menerima dana dari perusahaan asing.

Lembaga itu menyebutkan ada tiga perusahaan luar negeri diduga mengucurkan dana ke rekening Sandiaga. Ketiga perusahaan adalah Uno Capital Holding INC, Reksadana Schroder USD Bound Found dan Ace Power Investment Limited.

"Penelusuran KOPI, diduga kuat terdapat aliran dana yang signifikan pada rekening Sandiaga yang bersumber dari beberapa perusahaan asing dan ini terjadi menjelang pilpres," kata investigator Kopi, Ridwan dalam diskusi yang diliput sejumlah media di Up Normal Kopi, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta, Senin 8 April 2019.

Dari Reksadana Schroder USD Bond Found, menurut dia, mengalir sebanyak dua kali transaksi sebesar USD14.918.147 atau setara Rp223.052.454.262 pada 31 Oktober-15 November 2018.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini