nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkaca Kasus Penganiayaan Audrey, Orangtua Diminta Selalu Awasi Aktivitas Anak

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 20:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 11 337 2042256 berkaca-kasus-penganiayaan-audrey-orangtua-diminta-selalu-awasi-aktivitas-anak-fN2k2yuTPp.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA – Kasus penganiayaan terhadap siswi SMP, Audrey menyita perhatian publik. Penegak hukum diminta untuk tegas, sembari tetap mengedepankan posisi para pelaku yang masih di bawah umur.

Ketua Bidang Peranan Wanita dan Perlindungan Anak Pengurus Pusat Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP), Mira Dalima Andini meminta agar kasus ini tetap diproses secara hukum.

“Kami berharap kasus ini tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga pelaku mendapatkan efek jera dan tidak mengulanginya,” ujar Mira dalam keterangan persnya, Kamis (11/4/2019).

Namun di lain sisi, selama proses hukum berlangsung, dia juga berharap para pelaku tetap mendapatkan haknya, yakni mendapat pendidikan yang layak. Dia juga berharap orangtua selalu mengawasi aktivitas sehari-hari anaknya.

(Baca juga: Kak Seto Kritik Youtubers dan Artis yang Datangi Audrey, Sebut Bisa Jadi 'Senjata Makan Tuan')

“Kami juga berharap agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Dan orang tua, guru serta seluruh pihak dapat mengawasi anak-anak dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Ilustrasi.

Sementara, Ketua Pengurus Wilayah Sapma PP Kalbar, Dodi Setiawan, mengapresiasi upaya Polresta Pontianak yang dengan cepat memproses dan menyelidiki kasus ini dengan berlandaskan UU No.11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak (SPPA).

Terkait pelaku, kata Dodi, perlu diingat bahwa UU SPPA mengatur bahwa jika pelaku berusia di atas 14 tahun, apabila melakukan tindak pidana, maka bisa diancam dengan hukuman diatas 7 tahun atau lebih, dan terhadap pelaku ini dapat dikenakan penahanan.

“Pidananya dapat berupa Peringatan dan Pidana dengan syarat yakni pembinaan di luar Lembaga Pemasyarakatan,” ujar Dodi usai menjenguk Audrey bersama pengurus wilayah Sapma Kalbar.

Selaku Organisasi Kepemudaan yang menaungi pelajar, lanjutnya, Sapma Kalbar turut prihatin atas kejadian ini, dan menyayangkan perilaku yang dilakukan oleh pelaku terhadap Audrey.

“Kami berharap pihak-pihak yang akan menangani kasus ini memberikan keputusan yang tidak merugikan korban, dan tentunya memberikan efek jera terhadap para pelaku, serta tidak akan ada lagi Audrey Audrey lain selanjutnya,” kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini