BPN Akan Benahi Aspek Pergaulan Remaja agar Kasus Audrey Tak Terulang

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 08:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 11 605 2041869 bpn-akan-benahi-aspek-pergaulan-remaja-agar-kasus-audrey-tak-terulang-mjE2UKfYpE.jpg Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno turut berekasi atas kasus kekerasan yang menimpa siswi SMP bernama Audrey (14) di Pontianak, Kalimantan Barat. Kekerasan yang dilakukan sekelompok siswi SMA ini membuat heboh jagat maya dan menjadi sorotan dunia melalui tanda pagar (tagar/hastag) #JusticeForAudrey.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Suhud Alynudin, melihat kasus perundungan (bullying) disertai penganiayaan yang dilakukan remaja saat ini seperti fenomena gunung es. Artinya, kata dia, kemungkinan banyak kasus sejenis yang tidak muncul ke permukaan.

"Kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku yang terlibat penganiayaan harus diberi hukuman setimpal," kata Suhud saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (11/4/2019).

(Baca juga: TKN Sebut Penganiayaan Audrey Bentuk Pergeseran Nilai Luhur Akhlak, Etika, dan Sosial)

Politikus PKS itu memandang kasus bullying dan sikap agresif oleh kalangan remaja yang kerap terjadi disebabkan banyak faktor, baik faktor internal (keluarga) maupun eksternal (lingkungan pergaulan).

"Faktor-faktor inilah yang harus dibenahi. Kami concern pada pembenahan aspek-aspek mendasar ini, agar pencegahan bersifat mendasar dan menyeluruh," jelas Suhud.

Tagar Justice for Audrey. (Foto: Ist)

Sebelumnya pihak Polresta Pontianak telah menetapkan tiga pelaku penganiayaan Audrey sebagai tersangka. Ketiganya dikenakan Pasal 80 Ayat (1) UU Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara.

"Karena ketiga tersangka masuk kategori penganiayaan ringan, sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan hari ini oleh Rumah Sakit Mitra Medika," ungkap Kapolresta Pontianak Kota Kombes Muhammad Anwar Nasir, Rabu 10 April 2019.

(Baca juga: Jokowi Akui Sedih Dengar soal Audrey)

Dia mengatakan, Polresta Pontianak Kota sudah menetapkan tiga tersangka yaitu FZ alias LL (17), TR alias AR (17), dan NB alias EC (17). Ketiga pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan, tetapi tidak secara bersamaan mengeroyok.

"Dari kronologi yang dijelaskan korban, tidak ada terjadi pemukulan pada kelamin. Dari keterangan yang disampaikan saksi juga tidak ada perlakuan penganiayaan terhadap kelamin korban," ujar Anwar.

Motif penganiayaan diduga karena pelaku sakit hati setelah korban menyindir soal pacar dan mengungkit utang Rp500 ribu dari ibu pelaku, meski sudah dibayar.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini