TKN Sebut Penganiayaan Audrey Bentuk Pergeseran Nilai Luhur Akhlak, Etika, dan Sosial

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 07:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 11 605 2041866 tkn-sebut-penganiayaan-audrey-bentuk-pergeseran-nilai-luhur-akhlak-etika-dan-sosial-XaFUiK7x0D.jpg Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin turut memberikan pandangan terkait kasus perundungan (bullying) hingga kekerasan fisik yang menimpa seorang siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, bernama Audrey (14). TKN mengatakan kasus yang menimpa Audrey merupakan bentuk pergeseran nilai luhur anak seperti akhlak, etika, dan sosial. Hal ini tidak lepas dari pengaruh teknologi internet.

"Dalam hal ini bukan hanya tugas pemerintah dan guru sekolah, tetapi juga orangtua bagaimana harus mengontrol dan memfilter sumber-sumber dari informasi dari internet, dan dengan kejadian ini sepertinya harus ada penyesuaian UU Perlindungan Anak," ujar anggota TKN Indra Hakim Hasibuan ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (11/4/2019).

(Baca juga: Polisi Sebut Kasus Audrey Penganiayaan Ringan, Tiga Pelaku Terancam 3 Tahun Penjara)

Wakil sekretaris jenderal PPP ini menuturkan, para pelaku mesti ditindak tegas meskipun masuk kategori remaja. Langkah hukum tersebut sudah tertuang dalam UU Perlindungan Anak mengenai aturan proses hukumnya.

"Hal ini harus dijadikan pelajaran kepada anak bangsa yang lain agar dalam bertindak dan bergaul harus mengedepankan akhlak dan etika/sopan santun," jelas Indra.

Tagar Justice for Audrey. (Foto: Ist)

Dia mengatakan, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo memiliki komitmen menihilkan kasus kekerasan terhadap anak yang selama ini masih terjadi.

"Sudah pasti Pak Jokowi akan menekan dan memastikan kasus kekerasan terhadap anak tidak terulang kembali. Dengan menyesuaikan perkembangan zaman saat ini," ungkapnya.

(Baca juga: Soal Audrey, Jokowi Perintahkan Kapolri Bertindak Tegas)

Sebelumnya pihak Polresta Pontianak telah menetapkan tiga pelaku penganiayaan Audrey sebagai tersangka. Ketiganya dikenakan Pasal 80 Ayat (1) UU Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara.

"Karena ketiga tersangka masuk kategori penganiayaan ringan, sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan hari ini oleh Rumah Sakit Mitra Medika," ungkap Kapolresta Pontianak Kota Kombes Muhammad Anwar Nasir, Rabu 10 April 2019.

Dia mengatakan, Polresta Pontianak Kota sudah menetapkan tiga tersangka yaitu FZ alias LL (17), TR alias AR (17), dan NB alias EC (17). Ketiga pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan, tetapi tidak secara bersamaan mengeroyok.

"Dari kronologi yang dijelaskan korban, tidak ada terjadi pemukulan pada kelamin. Dari keterangan yang disampaikan saksi juga tidak ada perlakuan penganiayaan terhadap kelamin korban," ujar Anwar.

Motif penganiayaan diduga karena pelaku sakit hati setelah korban menyindir soal pacar dan mengungkit utang Rp500 ribu dari ibu pelaku, meski sudah dibayar.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini