Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menambahkan, selain sebagai promosi budaya, perjalanan silaturahmi ini juga dimanfaatkan sebagai jembatan untuk menyambung hubungan kekerabatan antara masyarakat Bugis dengan Melayu. Dalam skala yang lebih tinggi, diharapkan dapat mempererat hubungan budaya Indonesia, Singapura dan Malaysia sebagai masyarakat serumpun.
“Kunjungan muhibah juga dimaksudkan sebagai napak tilas perjalanan sejarah orang-orang Bugis Makassar yang hijrah ke Kepulauan Riau, hingga akhirnya berbaur dengan masyarakat Melayu. Meski dengan latar belakang atau tradisi yang berbeda, ini justru menjadi kekuatan betapa kayanya ragam budaya Indonesia,” kata dia.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, saat ini pariwisata menjadi leader pembangunan nasional. Potensi yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk soal pelestarian budaya. Sebab, budaya memiliki impact yang bagus bagi masyarakat. Semakin dilestarikan, maka semakin mensejahterakan.
“Saya mendorong agar para penggiat budaya mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi. Terlebih jika kreasi yang dimaksud merupakan gabungan budaya dari dua kultur yang berbeda. Pasti semakin menarik,” tandasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.