Liputan6.com senantiasa menjunjung tinggi cara-cara kerja jurnalistik yang baik, memuliakan fakta, dan berkomitmen memerangi hoaks, yang berpotensi menganggu ketenangan kita bersama.
Liputan6.com merupakan media terverifikasi Dewan Pers dan masuk dalam Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia. “Tentu saja kami berkewajiban menghargai dan memelihara kehormatan itu. Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat,” kata Wenseslaus.
Kronologi
1. Pada Rabu 8 April 2019 redaksi menulis berita ini:
KPU: Pemungutan Suara Pemilu di Luar Negeri Berlangsung Aman
https://www.liputan6.com/pileg/read/3936722/kpu-pemungutan-suara-pemilu-di-luar-negeri-berlangsung-aman
2. Berita ini ternyata diforward di grup-grup dengan menambah informasi hoaks: PENGHITUNGAN SEMENTARA LUAR NEGERI
3. Hoaks PENGHITUNGAN SEMENTARA LUAR NEGERI ini ada dua versi. Satu yang memenangkan Kubu 01 dan satu versi lagi yang memenangkan Kubu 02
4. Liputan6.com mengetahui ada penyalahgunaan informasi ini pada Rabu 10 April 2019 dan langsung bertindak dengan membuat bantahan beritanya yang menginformasikan nama Liputan6.com dicatut.
5. Berita klarifikasi dibuat pada Rabu 10 April 2019
Berita Liputan6.com soal Pencoblosan di Luar Negeri Dicatut untuk Hoaks
https://www.liputan6.com/pilpres/read/3938778/berita-liputan6com-soal-pencoblosan-di-luar-negeri-dicatut-untuk-hoaks
6. Pada Rabu 10 April 2019 Ketua KPU Arief Budiman juga meluruskan, pihaknya belum melakukan penghitungan suara atas pencoblosan di luar negeri.
7. Pada Minggu 14 April 2019, kami mendapat gambar Harian Rakyat Kalbar di halaman depan memuat tabel: Penghitungan Sementara Luar Negeri dengan mengutip sumber: Liputan6.com
8. Langsung pada Minggu pagi 14 April Wapimred Liputan6.com Irna Gustiawati mengontak Pimred Harian Rakyat Kalbar Mohamad Iqbal dan menyayangkan ada pengutipan nama Liputan6.com sebagai sumber data hoaks itu.
9. Pimred Harian Rakyat Kalbar menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan ini. “Mohon maaf atas kesalahan yang terjadi Bu,” dan berjanji,” Besok dibuatkan berita baru dengan tambahan keterangan liputan6 soal hoaks itu.”
10. Senin 15 April 2019, Pimred Harian Rakyat Kalbar mengirim surat permohonan maaf kepada Liputan6.com. “Kami mengakui bahwa berita tersebut tanpa konfirmasi kepada pihak Liputan6.com dan ini merupakan kelalaian kami,” katanya dalam surat itu.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.